IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Yui Loverz
Plain Clothe Man
Plain Clothe Man


Age : 22
Contribute : 24
Jumlah posting : 2355
Lokasi : Tokyo, Japan

PostSubyek: Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story   Fri 29 Jul 2011 - 18:18

Ini adalah karya paling pertama dari saya dulu sewaktu pertama menulis. Jadi daripada tidak ada kerjaan, lebih baik saya posting di sini sekalian untuk menambah bacaan para member NDI. Selamat membaca karya saya ^^

============================================================================================

Baiklah, cerita ini dimulai ketika Dei berjalan-jalan di sekitar taman dan meninggalkan Tobi sendirian yang sedang menjaga tanah liatnya. Burung tanah liat buatannya menurunkannya di dekat bangku taman, lalu seketika burung itu menghilang tanpa bekas.

"Ah aduh gimana nih?? Aku ninggalin Tobi sendirian... Masalahnya dia bisa ngga ya ngejaga tanah liatnya?? Ntar malah meledak lagi..." Dei melamun di bangku taman.

Tiba-tiba lamunan Dei buyar ketika melihat seorang gadis berbaju hijau tersenyum dan berjalan menuju ke arahnya, dan Dei mengenalinya. "Midori?? Aduh kenapa dia kemari sih... Padahal kan aku belum siap-siap sama sekali, penampilanku masih acak-acakan, duh gimana nih??" Kata Dei dalam hati. Dia jadi gugup karena gadis bernama Midori itu adalah gadis yang dia sukai sejak dulu, dan Dei memang sering gugup kalau bertemu dengannya.

"Selamat siang Dei... Lagi jalan-jalan di taman juga ya??" Sapa gadis bernama Midori itu sambil tersenyum manis pada Dei.

Dei semakin gugup dan hampir tidak bisa menjawab. "Aaaa... Aah.. Ehmaksudku selamat siang juga Mi... Midori" Dei membalas menyapa meskipun terbata-bata.

"Hihihi... Kamu memang selalau lucu ya Dei, tiap ketemu kamu bicaranya selalu aja gugup dan ga lancar kayak gini" Midori tertawa kecil melihat tingkah Dei, kemudian dia duduk di sebelah Dei.

DEG!!

Jantung Dei serasa mau berhenti, bukan karena hanya Midori duduk di sebelahnya tetapi juga karena Midori menyebut dirinya lucu. Muka dei pun semakin memerah dan badannya berkeringat.

Midori pun menyadari tungkah Dei itu dan agak khawatir, " Dei kamu sakit ya?? Mukamu merah, jangan-jangan kamu demam??" Midori memegang kening Dei untuk merasakan.

Seketika seluruh syaraf di tubuh Dei serasa berhenti bergerak untuk beberapa saat. "Aaa.. Aaaa" Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutnya. Bahkan dia hampir mimisan saking gugupnya. (Writer: ya iya lah.. Digituin ma cewe yang disukai).

Tapi tiba-tiba "DHUAAAR!!" terdengar suara ledakan yang berasal dari hutan. "Ah itu pasti Tobi... Udah kuduga dia pasti mainin tanah liat punyaku sampai meledak. Tapi aku tertolong coz aku gugup banget nih... Aaaaah Midori!!" Dei berkata di dalam hatinya. Meskipun senang bisa berdua dengan Midori, tapi dei lebih suka memperhatikannya dari jauh karena Dei belum bisa mengatasi rasa gugupnya ketika bertemu dengan Midori seperti sekarang.

"Ma.. Maaf Midori, a.. Aku harus ke.. Kembali dulu. Tobi pasti bermain-main lagi dengan tanah liatku" Dei pamit dengan terbata-bata, lalu dengan secepat kilat berlari meninggalkan Midori sendirian di bangku taman.

"Hati-hati ya Dei!! Kapan-kapan aku juga mau lihat karya seni tanah liatmu yang kamu banggakan itu ya" Midori tersenyum melihat Dei yang pergi dengan terburu-buru karena gugup.

"I.. Iya Mi.. Midori, pasti!!" Dei menjawab dan berjanji pada Midori, lalu dia menghilang di balik hutan.


***


Tobi dan Dei kemudian bebincang di hutan, tentunya setelah membereskan kekacauan yang dibuat oleh Tobi dengan tanah liat peledak milik senpainya itu. "Tob, apa kamu tahu gimana cara ngungkapin perasaan ke cewek tapi kita ga berani bilang langsung??" Dei bertanya dengan malu-malu.

"Ah?? Senpai lagi jatuh cinta ya?? Sama siapa?? Koq aku baru tahu?? Hahaha. Tapi aku kira senpai selama ini suka ma sesama cowok!! Hahahaha!!" Tobi tertawa mendengar pertanyaan senpainya itu.

Cukup jawab!! Jangan komentar... Atau kuledakkan kamu TOBI!!" Dei melirik ke arah Tobi dengan marah.

"Ah maaf senpai, cuma bercanda... Hmmm bagaimana kalau kasih bunga aja??" Tobi mengajukan usul.

"Ah bener juga Tob!! Tumben kamu ga bego??" Dei setuju.

"Siapa dulu.. Tobi! (Writer:biar bego tapi bangga). Tapi ada syaratnya senpai.." Lanjut Tobi.

"Apa syaratnya?? Bilang ke senpai!! Cepet!!" Dei penasaran.

"Syaratnya... Bunganya jangan sampai dimakan, kan di tangan senpai ada mulutnya, jadi takut senpai lapar terus bunganya yang lagi dipegang malah dimakan sama mulut senpai yang ada di tangan. Hahahaha!!" Tobi menjelaskan sambil menertawakan dan mengejek senpainya.

"Hmm..!! TOBI....!!!!!". Tiba-tiba "DHUAAAR!!!" Terdengar suara ledakan yang sangat keras dari dalam hutan. Seseorang bertopeng terlempar ke langit.


***


Keesokan harinya Dei mengumoulkan beberapa bunga yang kelihatannya indah di taman, setelah terkumpul dia lalu bersembunyi di balik pohon dan menunggu kedatangan Midori lagi seperti kemarin. Tidak lama kemudian, akhirnya Midori muncul.

"Ah itu dia Midori!! Aku harus kesana sekarang dan memberikan bunganya.." Dei mengumpulkan keberanian dan melangkah ke arah Midori berdiri. Namun, baru saja beberapa langkah....

"Midori...!! Akhirnya kamu datang juga!!" Seorang pria tiba-tiba datang dan langsung memeluk Midori. Midori pun membalas pelukannya, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.

Seketika hati dei hancur berkeping-keping, keberaniannya yang tadi terkumpul mulai pudar. Bunga yang dikumpulkannya untuk Midori pun terlepas dan terjatuh dari tangannya. Matanya mulai menitikkan air mata tetapi dia coba untuk tegar menerima apa yang dilihatnya. Akhirnya dia pun kembali melangkah ke arah hutan dengan langkah yang gontai dan lemas.

"Midori... Aku mungkin memang tak pantas untukmu yang begitu sempurna di mataku, aku hanya orang aneh yang tidak pantas untuk dicintai olehmu yang dikagumi banyak orang, dan mungkin keberadaanku adalah tak berarti apa-apa di matamu... Midori"

==============================================================================================

TO BE CONTINUED

Tapi sampai sekarang belum ada lanjutannya Maaf

Dan sekali kalau jelek maafkan saya Maaf
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.fu-fam.blogspot.com/
Vicaksana
Advanced
Advanced


Contribute : 49
Jumlah posting : 2366
Lokasi : Unknown

PostSubyek: Re: Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story   Fri 29 Jul 2011 - 18:49

Ceritanya lumayan good

Cuman kosakatanya kayaknya masih dikit deh HAMMER HEAD
Memang kalau tulisan kita pertama kali, kosakata yang kita gunakan memang masih sedikit yaaa... XD

Teruskan menulisnya kak Yui.. peaceee....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Ten_10^_
Advanced
Advanced


Age : 22
Contribute : 18
Jumlah posting : 530
Lokasi : Kalimantan Selatan

PostSubyek: Re: Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story   Fri 29 Jul 2011 - 22:25

terharu

endingnya cukup tragis... kasian dei ya kak...!! ngakak
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Yui Loverz
Plain Clothe Man
Plain Clothe Man


Age : 22
Contribute : 24
Jumlah posting : 2355
Lokasi : Tokyo, Japan

PostSubyek: Re: Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story   Sat 30 Jul 2011 - 18:06

Vicaksana wrote:
Ceritanya lumayan good

Cuman kosakatanya kayaknya masih dikit deh HAMMER HEAD
Memang kalau tulisan kita pertama kali, kosakata yang kita gunakan memang masih sedikit yaaa... XD

Teruskan menulisnya kak Yui.. peaceee....

Iya, namanya juga masih belajar nulis ngakak

Saya jadi sering ketawa juga liat tulisan yang saya buat 2 tahun lalu ini XD

Ten_10^_ wrote:
terharu

endingnya cukup tragis... kasian dei ya kak...!! ngakak

Biarpun begitu, Deidara-sama tetap my favorite terharu
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.fu-fam.blogspot.com/
Sponsored content




PostSubyek: Re: Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story   Today at 2:45

Kembali Ke Atas Go down
 

Fanfic ~ Karya Pertama ~ Deidara's Broken Love Story

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-