IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Fanfic OHSHC: Kyoya's love story part 1

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
A-chan
Advanced
Advanced


Contribute : 41
Jumlah posting : 368
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Fanfic OHSHC: Kyoya's love story part 1   Tue 20 Nov 2012 - 0:00

um... sebenarnya... ini Fanfic pertama saya,
jadi mohon maaf kalo isinya jelek, gak bermutu, gak menarik, atau pun ngawur.. itu hanya karena imajinasi saya yg terlalu tinggi





Fanfic OHSHC: kyoya's love story Part 1



-07.00-

Pagi itu, seperti biasa Haruhi dengan berlari memasuki gedung besar, takut dia terlambat

narasi(andalan): Ouran Gakkou, sebuah sekolah dimana hanya berisi
anak-anak yang kurang kerjaan -setuju sama haruhi- Fujioka Haruhi adalah
siswa pindahan yang mendapat kehormatan untuk bersekolah di sekolah ini
dengan gratis -pinter, sih...- di hari pertama memasuki sekolah, tanpa
sengaja dia menjatuhkan guci mahal milik sebuah club, dan harus
mengganti biaya guci tersebut yang seharga 8.000.000 yen -OMG ! mahal
banget- karena tidak memiliki uang sebanyak itu diapun harus bekerja
sebagai salah satu host di klub mereka

Haruhi lalu melanjutkan langkahnya menuju ruanag musik kelas tiga,
dengan perlahan dibukanya pintu ruangan tersebut -JENG,JENG,JENG,JENG-
Ouran High School Host Club, tempat yang dipenuhi oleh anak-anak yang
lebih kurang kerjaan lagi, dari pintu dia dapat melihat beberapa pria
yang dikerumuni wanita. ada Ootori Kyoya -si cool master^^- si kembar
Hitachin, hikaru dan kaoru, Honey, kemudian morinozuka takashi, dan yang
terakhir suou tamaki(prince)-sok prince, padahal- haruhi kemudian
menghela nafas, kemudian memulai pekerjaannya.

-diwaktu yang sama, di korea-

seorang gadis bernama haena sedang mengepak barang-barangnya di
koper, dengan wajah cemberut. "appa keterlaluan, appa keterlaluan !"
batinnya. haena kemudian membawa kopernya menuju halaman asramanya,
dibelakangnya temen-temannya mengantar kepergiannya. "kau tidak melepas
impianmu kan disana? jangan melepasnya. meski jauh dan berat, jangan
pernah melepas impianmu!" ancam seseorang. haena hanya bisa mengangguk
dan mengiyakan. dia lalu memasuki mobilnya sambil menahan air matanya
sembari membuka kaca mobilnya, lalu melambaikan tangan pada
teman-temannya. ia kemudian memandang pada sebuah gedung sekolah yang
amat di cintainya, Kirin Art High School -WHAT?? kok jadi dream high?
berkembang nih otak gue, hahah-

di bandara, haena nampak gelisah, tiba-tiba seorang pengawal tadi
mengatakan kalau mereka akan segera berangkat. haena mengangguk mengerti
dan berdiri.

-pukul 10.00, jepang-

haena menatap sebuah bangunan mewah, Ouran High School -asik, kirin
dan ouran, bakal ada sesuatu nih- haena lalu memasuki sekolah itu,
masih dengan mimik takjub. namun wajahnya berubah saal melihat
murid-murid di dalamnya, "apa ini? apa ini sekolah? aku akan sekolah
disini? aisshh... kesalahan apa yang kulakukan dimasa lalu !" omel
haena. rupa-rupanya dia melihat anak-anak yang bermain sibuk bergosip,
makan dan bermain tamiya-heh? masih jaman kah?-

pria yang tadi mengantar haena kemudian membawanya ke ruang kepala
sekolah, di sana dia bertemu dengan kepala sekolah ouran high school
yang super lebay-papanya tamaki-sama nih..sama lebaynya, hihi..- haena
hanya bisa nyengir-nyengir kepaksa didepan kepala sekolah itu-dalam
hatinya, dia pasti muak liat tingkah si kepala sekolah-kepala sekolah
kemudian memanggil Lee-sensei, yang ternyata appa-nya haena. kepala
sekolah meminta Lee-sensei untuk membawa haena kekelasnya.

"apa kau tidak puas, dengan sekolah barumu?" tanya appa-nya

"sangat." jawab haena singkat.

"ini masih awalnya, makanya kau menilai negatif sekolah ini, jika
sudah terbiasa kau akan menyukai sekolah ini dengan sendirinya, seperti
kau begitu mencintai Kirin Art High School." jelas appa-nya. haena hanya
diam mendengarkan dengan cemberut. mereka tiba didepan sebuah kelas,
kelas 2A. sebelum membuka pintu, appa memesankan pada haena agar
mengubah mimik wajahnya, jadi tidak mempengaruhi kesan siswa lain
padanya, "mereka bisa membencimu." katanya sembari membuka pintu
ruangan. mereka berdua berdiri di depan kelas, "ohayou, minna-san." kata
appa memulai. "ohayou." jawab semuanya. haena hanya bisa melongo
melihat perlaku murid-murid di kelas itu, tak ada satu pun yang serius
untuk belajar. "hari ini, saya akan memperkenalkan seorang siswi
pindahan, namanya Lee HaeNa. dia berasal dari seoul, korea selatan."
kata appa. haena masih terdiam, appa-nya lalu melirik apadanya, seketika
itu haena sadar, dengan wajah tersenyum manis dia berkata, "salam
kenal, saya Lee HaeNa, kalian bisa memanggilku haena. mohon
bimbingannya." semua murid terpengarah dengan kecantikan haena, kecuali
kyoya.

"nah, haena kamu boleh duduk di bangku di sana" perintah appa-nya
sambil menunjuk kearah bangku di depan kyoya. haena langsung menuju
kesana, tempatnya tepat mengarah ke jendela, jadi haena merasa cukup
senang. setidaknya kalau bosan dia bisamenatap langit melalui jendela.

"kalau begitu, saya pergi dulu. sepertinya watanbe-sensei hari ini
tidak bisa datang, jadi kalian jangan ribut." kata Lee-sensei lalu pergi
meninggalkan kelas. haena melihat malah teman-teman sekelasnya ribut di
kelas, hanya kyoya yang duduk dengan tenang di bangkunya. ia kemudian
berbalik untuk mengajak kyoya mengobrol, tapi dasar kyoya yang tidak
peduli pada hal-hal yang tidak memberinya manfaat finansial, saat haena
berkata, "hai, salam kenal. namaku haena, kau siapa?" dan kyoya hanya
berkata, "Ootori Kyoya, salam kenal." sambil menatap haena sekilas lalu
kembali pada kesibukannya pada ipad-nya. haena kemudian berbalik lagi
sambil membatin, "huh.. tidak ada yang wajar ditempat
ini."-haha..ternyata haena sama warasnya dengan haruhi, kayaknya emang
cuma mereka yang waras disekolah ini. haruhi, selamat bentar lagi kamu
bakal punya teman waras- haena kemudian menatap langit biru, sambil
membiarkan lamunannya melambung tinggi. tiba-tiba, "Haenaaa " teriak
seorang gadis membuyarkan lamunannya. haena hampir saja kelepasan emosi,
tapi dia langsung sadar dan berbalik dengan senyuman manis. "ya?"
jawabnya. semua murid diruangn itu langsung mengerumuninya, kecuali
kyoya.-bisa ditebak, kyoya-kun...-

“kamu dari sekolah mana?” Tanya seseorang. “aku, dari Kirin Art High
School.” Jawab haena, sepertinya di sudah bisa sedikit akrab dengan
temna kelasnya. “Kirin Art High School?” Tanya seorang siswa cowok.
“hm..” jawab haena sambil mengangguk pelan. “kau tahu sekolah itu?”
Tanya sorang siswi pada siswa cowok tersebut. “tentu saja, itu adalah
salah satu sekolah seni paling bergengsi di korea, bahkan di juluki
julliardnya asia. Lulusan dari sana pasti langsung jadi artis top.”
Jelas siswa cowok itu semangat. Seisi kelas langsung gaduh mendengar hal
itu. Haena kembali menatap langit sambil melanjutkan lamunannya.
Tiba-tiba, bel berbunyi. Sontak seluruh siswa berlari keluar kelas,
seorang siswi menghampirinya “ayo, haena” ajaknya. “kemana?” Tanya
haena. “host club” jawabnya. “host club? Apa itu? Tidak usah terima
kasih” jawab haena cuek, lalu kembali melihat keluar. Kyoya berjalan
dengan pelan meninggalkan ruangan, “ah ! kyoya sudah menuju kesana, maaf
haena, aku pergi dulu.” Kata siswi itu lalu pergi meninggalkan haena
sendiri dikelas.

Haena sudah berada di atap sekolahnya, di duduk dan menengadah langit
biru sambil mengankat tangannya seakan ingin menggapai sesuatu di
langit.*jangan ambil kyoya-kunku!* Dia tersenyum. Tanpa dia sadari
appa-nya datang. “wah, appa senang melihatmu tersenyum.” Katanya sambil
menghampiri haena. Haena kembali menatap appa-nya dengan wajah cemberut
-sebenarnya, haena kenapa sih benci sama appa-nya? Loh kan authornya
lo?- “ada apa dengan wajahmu? Cepat skali berubahnya.” Jawab appa-nya
setengah tertawa, tapi haena tidak ikut tertawa. “appa~” panggil haena.
“hm..”jawab appanya. “aku mau balik ke korea, boleh yah?” bujuk haena.
“kenapa?” Tanya appa-nya. “aku mau main piano dan bernyanyi dengan bebas
seperti di Kirin.” Jawab haena lagi. “disini kau juga bisa bermain
piano dan bernyanyi.” Jawab oppa-nya sewot. “bisa apanya? Memangnya aku
bisa menemukan piano dimana?” Tanya haena kesal sambil mencubil lengan
appa-nya dan pergi meninggalkan appa-nya. “cobalah, ke ruang music
kelas 3, di bagian belakang gedung lantai bawah. Kau akan menemukan
piano dengan suara indah disana.” Teriak appa-nya sambil menatap
kepergian haena. “yah,yah..” jawab haena pelan. Appa-nya hanya bisa
tersenyum melihat kepergian putrinya, karena dia tahu, selain piano ada
ap aja --hah….appa-nya haena jahil nih…--

Haena, yang masih bingung mau kemana berjalan menelusuri koridor. Dia
teringat ucapan appa-nya, dan mencari ruangan yang dimaksud. Tibalah
dia didepan ruangan yang dimaksud appa-nya. Dengan perlahan dia membuka
pintu ruangan tersebut, dan………………….betapa terkejutnya dia ketika melihat
apa yang ada didalam ruangan tersebut. Tiba-tiba kaki haena serasa
lemas dan tanpa sadar dia terjatuh dilantai. Seseorang mengulurkan
tangan padanya, kyoya-kun ! haena langsung terkesiap dan tak tau harus
berkata apa –mulai nih, mulai,mulai..huh !—kyoya-kun bertanya’ “ada
apa?” tapi haena masih belum bisa berkata apa-apa, dia masih SHOCK berat
kayak shinee. Tenggorokannya serasa tercekat, dia bahkan lupa kalau dia
masih memegang tangan kyoya-kun --L kayak gak ikhlas gua..-- dengan
segera dia melepas genggaman tangannya. Haena masih menatap para anggota
host club, terutama si kembar hitachin, dia merasa mual melihat tingkah
mereka. Kemudian, ada seorang siswi memanggilnya untuk bergabung --oh
betapa malangnya dirimu haena—tapi haena masih terdiam membatu. Dalam
hatinya dia membatin, “appa…! Kau keterlaluan ! awas kau ketika dirumah
nanti !” sementara appa-nya tersenyum dengan riang diatap gedung
membayangkan ekspresi haena. --haha…kena deh, si haena sama
kejahilian appa-nya. Haena kamu yang sabar, yah…--

To be continued



jadi?? bagai mana Fanficnya??
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://thelostbluestar.blogspot.com/
 

Fanfic OHSHC: Kyoya's love story part 1

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-