IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 kumpulan DONGENG (Update)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: kumpulan DONGENG (Update)   Sat 15 May 2010 - 21:25

gan...nih saya mau share kumpulan2 dongeng yang berhasil saya kumpulkan dari sebuah majalah bulanan. Smile

RULER :
- mohon jangan di reply ya biar updatenya bisa nyambung trus...
- kalau mau +CP silahkan silahkan cuma jgn dikurangi CP aye. kan kacian. Very Happy
- o yah. yang reply. CP-1 ya. Very Happy

so intinya. hanya saya yang bole reply. maap agak egois. Nyembah

akhir cerita. silahkan menikmati d..n aye usahakan update trus....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Re: kumpulan DONGENG (Update)   Sat 15 May 2010 - 21:26

sebelumnya
Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Teriakan Sang Ulat – Dongeng Rakyat Afrika Timur.   Sat 15 May 2010 - 21:29

Teriakan Sang Ulat – Dongeng Rakyat Afrika Timur

Pada suatu masa, seekor ulat yang sedang sangat mengantuk karena kekenyangan kopi, kakao dan kelapa, tidak memperhatikan kemana ia pergi dan tidak sengaja memasuki sarang kelinci. Disana ia meringkuk dan tertidur pulas.

Beberapa jam kemudian, kelinci kembali dan dipintu masuk sarangnya, ia melihat jejak ganjil di tanah. Ia membungkuk dan mendengus. Tidak ada yang ia kenal dari jejak ini – merka bukan jejak isterinya atau anak anaknya atau sepupunya.
Jadi ia berhenti disana dan memanggil. “siapa yang ada dirumahku?”

Mendengar ini, ulat terbangung dan segera mengerti bahwa ia berada dalam kesulitan. Ia tidak punya hak tinggal didalam rumah orang lain. Ia berpikir cepat. Ia harus melindungi diri, jadi ia menghirup udara sekuat mungkin dan membalas menjawab dengfan suara menggeledek, “aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu, dengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Tentu saja kelinci takut mendengarnya. “Apa yang bisa dilakukan oleh makhluk kecil seperti aku dihadapan makhluk seperti itu?” pikirnya dan ia melompat ke jalan mencari bantuan.

Tidak lama berselang, datanglah serigala. Kelinci menghentikannya dan membungkuk memberi hormat. “maafkan saya tetapi sebuah monster telah memasuki rumahku. Maukah anda mencoba membujuknya? Anda kan terkenal sangat pintar membujuk.”
Tentu saja serigala tersanjung oleh pujian ini, jadi ia setuju. Ketika mereka tiba disarang kelinci, serigala meraung, “siapa yang memasuki rumah temanku?”
Mendengar raungan itu, ulat menggigil ketakutan, tetapi sekali lagi ia menarik nafas sekuat mungkin dan berteriak, “aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu, dengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Mendengar ini, serigala menoleh dan memandang kelinci. “aku rasa aku tidak dapat menolongmu” katanya dan ia bergegas menjauh.

Kelinci berlari ke dalam hutan mencari seseorang yang mungkin bisa membantu. Tidak lama kemudian macan tutul. “macan, anda tidak takut pada siapapun. Maukah anda datang ke rumahku dan menakuti-nakuti monster yang telah memasuki rumahku?” katanya.
Macan membusungkan dada karena bangga, ia berjalan ke rumah kelinci. Dipintu masuk ia mengaum, “Siapa yang ada disana? Tunjukkan dirimu.”
Ulat yang ketakutan sekali lagi menarik nafas sekuat mungkin dan berteriak, “aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu, dengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Macan merasa takut dan memandang kelinci “Tidak ada yang bisa dilakukan bahkan olehku menghadapi makhluk yang dapat menghancurkan dunia” katanya dan pergi

Kelinci panik. Ia perlu menemukan pejuang lain. Kemudian ia menemukan ide dan berlari ke hutan untuk bertemu Badak. “Badak, anda dengan tanduk hebat dan kulit yang kuat. Tentu saja anda tidak takut pada siapapun.”
Badak menoleh dan tersenyum “tentu saja aku tidak takut pada siapaun. Mengapa saya harus takut?”
“kalau begitu maukah anda datang kerumahku dan menakut nakuti penyusup? Seseorang yang sangat mengerikan telah mengambil alih rumahku. Aku membutuhkan perlindunganmu.”
Badak menyukai gagasan bahwa ia seorang pelindung. Siapa yang tidak? Jadi ia mengikuti kelinci kerumahnya. Ketika mereka tiba, Badak berseru. “Siapa yang ada disana? Rumah ini milik temanku. Kamu harus segera pergi!”
Sekali lagi ulat menarik nafas dan mengaum. “Aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu dfengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Badak gemetar mendengar suara ini. Ia memang besar, tetapi tidak berarti ia berani. Ia berpaling kepada kelinci. “Jika ia bisa melihat setiap orang sekaligus, saya kira kita tidak berdaya, tapi mungkin gajah bisa menolong.” Dan berlalulah sang Badak.

“Gajah, tentu saja!” teriak kelinci.”Tidak ada yang lebih berkuasa darinya.” Jadi ia lari untuk menemukan gajah dan ketika ia menemukannya. Ia memohon “Gajah, anda adalah satu-satunya makhluk yang paling kuat dan berani untuk menyelamatkanku dari monster yang memasuki rumahku.”
“Aku kuat dan berani” kata Gajah dan ia mengikuti kelinci pulang. Berdiri di depan pintu sarang dan berteriak. “Keluarlah dan tunjukkan dirimu,monster!”
Ulat menarik nafas berulang kali dan raungan yang keluar dari mulutnya bahkan mengejutkan dirinya sendiri. “Aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu dfengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Gajah gemetar. “Aku tidak dapat berbuat apapun menghadapi monster bermata 12” katanya dan berpaling untuk pergi tetapi tepat pada saat itu seekor katak kebetulan melompat lewat.

“Apa yang sedang terjadi?” tanya katak, karena sangat tidak biasa melihat gajah dan kelinci berdiri berdampingan di dekat sarang kelinci.
“Sebuah monster yang dapat menaklukkan segalanya telah mengambil alih rumahku” kata kelinci sambil berlinang air mata. “semuanya habis!”
Katak tidak terlalu percaya. Ia melompat ke pintu masuk dan berteriak dengan gembira “Siapa disana?”
Dan mendengar suara yang ramah, ulat tidak merasa perlu menarik nafas. Ia menjawab dengan suara normalnya yang kecil “Aku adalah pejuang yang panjang dan berbulu dfengan 12 mata yang melihat setiap orang sekaligus! Aku dapat menghancurkan dunia!”
Tetapi katak tidak takut. Ia tidak lari menjauh. Ia malah menjawab “dan aku seorang pelompat yang kuat dengan kaki lebar dan cakar. Aku dapat menelanmu sampai habis!”
Mendengar kata kata ini, ulat mulai gemetar ketakutan.
Katak melompat lebih dekat dan ketika ulat melihat ia mendekat, ia menjerit “Tunggu, berhenti! Aku hanya seekor ulat kecil.”
Mendengar kabar ini, gajah berpaling. Katak mulai tetawa. Kelinci berhenti menagis.
Sekarang tinggalkan rumah temanku” kata katak, dan tentu saja ulat melakukannya.
Kemudian semua hewan hutan berkumpul dan memberi hormat kepada katak untuk kebijaksanaan dan keberaniannya.
Dan semua hidup bahagia untuk selamanya.


NB : KEBOHONGAN AKAN TERUNGKAP JIKA DISIKAPI DENGAN KEBIJAKSANAAN DAN KEBERANIAN.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Dewi Bulan dan Penyair – Dongeng Rakyat Wales   Sat 15 May 2010 - 21:31

Dewi Bulan dan Penyair – Dongeng Rakyat Wales

Zaman dahulu kala, dewi bulan, Cerridwen, melihat bahwa anak terkecilnya sangat buruk rupa, jadi ia memutuskan bahwa untuk mengimbangi hal itu, ia harus menjadi anak terbijaksana di dunia. Ia akan menyiapkan ramuan ajaib ilham. Dengan meminumnya, ia akan mendapatkan semua kebijaksanaan yang diperlukannya.

Ramuan ini sangat sulit untuk disiapkan. Pertama tama, ramuan ini memerlukan wajan ajaib dan didalam wajan itu ia harus mencampur gabungan yang sempurna dari berbagai herba dan jimat. Akan diperlukan satu tahun untuk saat yang tepat. Campuran harus terus diaduk selama setahun penuh.

Siapa yang bisa melakukan pekerjaan yang melelahkan itu, pikir dewi bulan. Ia memilih seorang pelayan, seorang pria belia bernama Gwion Bach. Ia memberinya perintah dengan cermat, membuatnya berjanji untuk melayaninya dengan setia. Ia tidak pernah boleh berhenti mengaduk sepanjang tahun. Ia tidak pernah boleh meninggalkan adukan. Seorang pria buta yang lanjut usia bernama Morda akan menjaga agar api terus menyala dibawah wajan. Keduanya tidak boleh meminum satu tetespun adukan atau mereka akan dibunuh.

Gwion adalah seorang pria belia yang setia dan pekerja keras, dan sepanjang tahun itu, ia berdiri di sisi wajan, mengaduk dampai legannya sakit, sementara Morda menjaga api.

Ketika ramuan hampir selesai dibuat, tidak sengaja Gwion menumpahkan tiga tetes cairan kejarinya dan memasukkan jarinya kedalam mulut untuk mendinginkannya, dan dengan demikian ia menelan semua ilham yang ada didalam wajan. Ia tidak pernah bermaksud mengambil apapun, tetapi sekarang secara tidak sengaja ia telah mencuri buah dari persiapan Cerridwen yang setahun penuh itu.

Dewi yang sangat berdaya itu marah besar. Ia berteriak panik dan berjanji akan menghancurkan Gwion.
Pria muda itu ketakutan, tetapi karena ia telah menelan ramuan yang telah dibuat oleh dewi bulan, ia tahu bagaimana caranya berubah wujud. Ia segera menjadi seekor kelinci dan berlari secepat mungkin ke hutan.

Tetapi dewi bulan juga mempunyai kekuatan seperti ini, ia juga mengubah dirinya menjadi seekor anjing pemburu, kakinya cepat dan mengamuk marah, berlari mengejar kelinci.
Ketika Gwion – dalam bentuk kelinci – melihat anjing mengejar dibelakangnya, ia melihat sebuah sungai didepannya. Ia segera mengubah dirinya menjadi seekor ikan dan melompat sekuat mungkin kedalam sugnai.
Ketika dewi – dalam bentuk anjing – tiba ditepi sungai dan melihat ikan, ia mengubah diri menjadi belut yang ramping dan menyelam ke sungai.
Belut siap memukul ikan itu dan menelannya. Ketika ikan berubah lagi dan kali ini menjadi burung.
Keluar dari sungai, burung itu terbang menjulang kelangit musim panas. Tetapi ketika memandang kebawah, ia melihat bahwa belut telah berubah menjadi seekor rajawali, dan sayap rajawali yang lebar dan kuat telah mengangkatnya keluar dari sungai. Rajawali mengejar si burung.
Gwioon yang malang melihat tidak ada hewan yang dapat menyelamatkan diri dari amukan dewi yang berkuasa dan ketika ia terbang, ia melihat gelondongan rumput kering diladang dibawahnya. “Aku akan selamat” bisiknya ketika ia mengubah diri menjadi sebuah biji gandum yang kecil dan mendarat disalah satu gelondong rumput. Tentu saja tidak ada orang yang bisa menemukan satu biji kecil.
Tetapi Gwion keliru memperkirakan kekuatan dewi. Rajawali menukik ke bawah dan terbang di atas ladang, dan ketika ia menyadari apa yang telah dilakukan oleh pria muda itu, ia mengubah diri menjadi seekor ayam hitam yang besar.
Kemudian ayam mematuk gandum, menelan biji gandum satu per satu, sampai akhirnya ketika ia hampir meledak kekenyangan, ia menelan biji ganjum yang adalah Gwion.

Kemudian, merasa puas bahwa ia telah mengakhiri hidup sang pelayan, ia berubah kembali menjadi dewi Cerridwen. Tetapi tidak lama kemudian Cerridwen menemukan dirinya hamil.
Sembilan bulan berlalu dan selama bulan bulan itu, dewi mengerti bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki laki yang adalah Gwion dan didalam kemarahannya, ia bersumpah bahwa ia akan membalas dendam ketika ia dilahirkan kembali.
Tetapi ketika ia melihat bayinya, hatinya dipenuhi cinta untuk anak itu, dan ia tidak bisa memikirkan ide untuk menghancurkan dia. Ia sangat indah, begitu manis dan lembut.

Bagaimanapun juga, ia tidak bisa mengasuhanya sebagai puteranya sendiri, jadi ia menempatkan bayi itu didalam sebuah kantung yang ia tempatkan di sungaii. Ada seorang anak laki laki bernama Elffin yang menemukan bayi itu.
Ketika ia membuka kantung dan melihat dahi mengkilat sang bayi, ia menamainya Taliesin yang berarti “alis yang bersinar” Taleisin adalah anak laki laki yang kemudian menjadi penyair terbesar didunia.
Sekarang, ketika ladang ladang dipenuhi gandum yang masak, orang mengingat kelahiran Taliesin. Dan meskipun ladang ladang itu akan dikonsumsi, menjadi kosong lagi oleh musim gugur; orang orang tahu bahwa seperti Taliesin, mereka juga akan segera dilahirkan kembali.

NB : DENDAM YANG MEMBARA DAPAT DIPADAMKAN SEKETIKA DENGAN HATI YANG DIPENUHI KELEMBUTAN CINTA DAN KASIH SAYANG
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Re: kumpulan DONGENG (Update)   Mon 7 Jun 2010 - 16:53

Hati Emas Mateo – Dongeng Rakyat Meksiko
Ada sebuah desa di tepi sungai Yaqui di Meksiko. Penduduk desa itu percaya bahwa bunga bunga di sekeliling mereka adalah manifestasi dari roh mereka, jadi mereka sering saling menyapa dengan kalimat : “Haisa sewa? (Bagaimana bunganya)”
Suatu hari, setelah hujan lebat, Rafael mengajak adiknya, Mateo untuk pergi bersamanya ke perbukitan. Disana terdapat sebuah tempat dimana dua lembah yang curam saling bertemu, dan orang orang mengatakan bahwa manakala hujan turun, emas terbawa oleh arus air ke tempat ini. “Kita kan jadi Kaya!” kata Rafael “Tetapi kita harus menjadi orang pertama yang tiba disana.”
Jadi kedua anak lelaki itu menunggang keledai mereka mendaki bukit.
Perjalanan mereka sulitm lumpur tebal dan dalam, tetapi mereka terus berjuang dan keteguhan mereka terimbali ketika mereka menemukan sebutir kecil emas di lumpur. Rafael berpaling kepada adiknya dan berkata “aku akan mencobadisini sementara kamu pergi lebih jauh untuk melihat apakah kamu bisa menemukan lebih banyak emas.”
Mateo mengagumi kakanya, jadi tentu saja ia setuju. Ia melanjutkan perjalanan sampai tiba tiba ia melihat sesuatu berkilauan di lumpur. Butiran emas yang sangat besar! “Lihat ini!” teriaknya. “Rafael, sebuah bola emas!”
Dibawha sana, Rafael mendengar gema panggilan dan ia segera naik ke keledainya dan bergegas menemui adiknya “Tunjukkan padaku!” teriaknya “Tunjukkan bola emas itu!” ketika mateo menyerahkannya kepadanya, ia sangat gembira.
Penduduk desa mengerti bahwa beberapa orang, orang orang yang dikenal sebagai Yoeme memiliki karisma didalam hatinya dan Mateo adalah salah satu diantaranya. Hatinya begitu baik, begitu murni dan ramah, sehingga kebaikan mengikutinya dan ini memang sifat khasnya.
Tetapi beberapa orang, yang disebut Yori hanya memendam ketakutan dan kebinggungan didalam hati mereka dan sayangnya Rafael adalah salah satunya. Ketika ia melihat adiknya memegang bola emas, hatinya dipenuhi kecemburuan. Mengapa adiknya selalu beruntung? Bagaimana jika adiknya menemukan lebih banyak emas dibandingkan dirinya? Ia tidak sanggup membayangkannya.
Ia mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya kekepala adiknya. Mateo jatuh ke tanah dan mati.
Rafael mengubur adiknya, menumpuk batu diatas makamnya, melepas keledainya diperbukitan dan pulang ke rumah.
Malam itu Ayahnya bertanya “Dimana Mateo?”
Rafael berpura pura tidak melihat adiknya sepanjang hari, dan ia setuju untuk menemani ayahnya keperbukitan untuk mencarinya. Setelah beberapa waktu, mereka menemukan keledai Mateo “apa yang terjadi dengan anak tercintaku?” tanya ayah dan ia mulai menangis. Tetapi Rafael meneguhkannya. “ayo kita lanjutan. Kita akan menemukannya” katanya
Malam itu pencarian mereka sia sia dan begitu pula keesokan harinya dan keesokannya lagi, mereka tidak menemukan tanda tanda keberadaan Mateo.
Berbulan bulan telah berlalu, ketika suatu hari seorang penunggang keledai melewati perbukitan dan menemukan sebatang pohon mesquite yang sudah mati, tonggaknya yang kering dan tinggi mencuat diatas tanah. Pemadangan ini mengejutkannya karena ia telah berulan kali melewati jalan itu dan ia belum pernah melihatnya. Ia menggapai untuk menyentuh tonggak kayu itu dan ketika ia melakukannya, ia mendengar sebuah suara berbisik “kakakku membunuhku untuk sebuah bola emas.”
Penunggang keledai itu melompat mundur, tetapi ketika ia menyentuhnya lagi, ia mendengar suara itu lagi “kakakku membunuhku untuk sebuah bola emas.”
Membayangkan bahwa tongkat kayu yang bisa bicara akan dapat menghasilkan uang baignya, ia memotong bagian kayu itu dan dengan hati hati menyimpannya ke dalam tasnya. Kemudian ia menuruni bukit sampai tiba di desa San Marcial.
“Dua koin untuk mendengar tongkatku yang bisa bicara!” teriaknya kepada setiap orang yang lewat ”Dua koin saja!”
Orang orang berkumpul, menertawakan si penunggang keledai. “Bohong” kata mereka, tetapi ketika penunggang keledai menyentuh tongkatnya, tongkat itu mulai bicara. “kakakku membunuhku untuk sebuah bola emas.”
Beberapa orang lari menjauh, tongkat itu membuat mereka takut. Tetapi beberapa lainnya merasa takjub dan menwarkan banyak koin untuk mendengarkan tongkat berbicara.
Hal berikutnya, penunggang keledai itu berangkat ke desa berikutnya, desa Vicam dan disana sekali lagi ia berteriak “Dua koin untuk mendengar tongkat bicaraku!”
Kali ini para petani berkumpul dan salah satu diantaranya adalah ayah Mateo. Ketika penunggang keledai meraih tongkatnya, tongkat itu bersuara, “kakakku membunuhku untuk sebuah bola emas.”
Ketika sang ayah mendengar kata kata itu, ia tahu bahwa ini adalah suara Mateo “Aku harus mendengarkan dia lagi” teriaknya, dan ia membayar lebih banyak koin. Tidak lama semua pria telah berkumpul dan memutuskan mereka harus menemukan bola emas.
Jadi semua penduduk dari delapan desa berkumpul dan mereka memeriksa setiap orang. Beginilah mereka menemukan bahwa Rafael memilik bola emas.
“Kamu membunuh adikmu!” tangis ayahnya. “Bagaimana kamu bisa melakukan hal seperti itu?” dan tepat pada saat itu, tongkat mulai bicara lagi “Tempatkan aku ditanah, ayah” katanya. “Kuburkan aku diantara orang orangku”
Petani melakukan apa yang diperintahkan tongkat kepadanya dan begitu tongkat dikubur ditanah, bunga bunga mulai bermekaran dimana mana. Wangi bebungaan itu mengharumi dunia dan mengharumi hati sang ayah. Sekarang ia tahu roh Mateo dan keajaiban di dalam hatinya akan tetap tinggal diantara mereka untuk selamanya. Ini jauh lebih baik daripada emas.

NB : PERBUATAN IRI, DENGKI, SERTA SERAKAH DAPAT MEMBUTAKAN MATA HATI DAN MEMBAWA KEHANCURAN
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Re: kumpulan DONGENG (Update)   Mon 7 Jun 2010 - 16:54

Sarung Tangan Merman – Dongeng Rakyat Denmark

Di suatu masa hidup seorang laki laki belia bernama Svend yang dilahirkan di ujung paling utara Denmark, Skagens Point. Disitulah Laut utara bertemu dengan Selat selat Denmark dan orang orang menceritakan berbagai dongeng tentang roh roh yang menghuni daratan dan lautan.
Seperti banyak ayah lain, ayah Svend menceritakan kisah kisah tentang makhluk kerdil yang tinggal di bukit, tentang elves yang tinggal di hutan lebat dan tentang orang orang bukit yang tinggal dalam gua yang gelap dan lembab. Tetapi kisah yang paing sering diceritakannya dalah tentang merman dan roh roh sungai yang tinggal di danau danau terdalam dan samudera liar.
“Mereka memiliki kekuasaan yang besar atas manusia dan alam” kata ayah Svend. “Berhati hatilah untuk tidak membuat mereka marah dan jika mereka meminta bantuan pastikan kamu bermurah hati dan ramah.”
Svend dan dua sahabatnya, Jeppe dan Bjorn adalah anak anak muda yang berani dan penuh rasa ingin tahu dan sudah lama mereka mendengarkan kisah kisah itu dengan cermat dan memercayainya. Tetapi ketika mereka bertambah dewasa, mereka mulai bertanya tanya
“menurutmu sungguhkah ada merman yang mengendalikan lautan?” tanya Bjorn. Ia mulai ragu.
“Dan menurutmu mungkinkah mereka yang mengatur arus dan pasang surut laut?” tambah Jeppe
Svend berpikir sejenak. “Aku ingin melihatnya sendiri” katanya. Teman temannya sepakat. Sepertinya mustahil bahwa merman bisa menaiki ombak semau mereka, terlepas dari seberapa tinggi atau cepatnya ombak itu. Sepertinya mustahil bahwa mereka akan pernah melihat salah satu dari makhluk ini mengacungkan tombak atau kepalan tangan kepada manusia. “ Aku tidak pernah melihat hal seperti itu, sulit untuk membayangkan...”kata Svend
Tetapi ayahnya menegur dan memeringatkan puteranya untuk tidak bersikap skeptis.
Ketika anak anak lelaki ini bertumbuh menjadi pria belia, mereka bekerja sebagai nelayan. Bertahun tahun berlalu, tanpa kemunculan satupun makhluk itu di laut, dan keraguan mereka semakin bertumbuh. “aku kira ayah kita hanya ingin kita percaya.” Kata Bjorn
“mungkin saja,” kata Jeppe setuju. “Mungkin mereka hanya berharap bahwa ada seseorang yang mengendalikan laut. Sepertinya mereka hanya berharap bahwa ada seseorang yang menajga kita dan mendatangkan hujan yang menyembuhkan. Kadang kadang aku pikir itu hanya impian, bahwa ada seseorang yang seberkuasa merman.”
Tetapi ketika mereka berbicara tentang roh roh laut, Svend diam saja. Ia tidak yakin, jadi manakala ia berada di laut ketika memandangi ombak dan merasakan tarikan dari arus serta pasang yang kuat, diam diam ia memanjatkan sebuah doa kecil agar segalanya baik baik saja. Ia menganggap dirinya seorang pria yang beruntung karena sering menangkap banyak ikan. Tetapi, ia juga bertanya tanya apakah ada sesuatu yang lebih besar dariapda keberuntungan yang sedang beroperasi.
Pada suatu subuh di akhir musim gugur, ketiga sahabat itu bertemu di pelabuhan dan Svend melihat bahwa wajah Jeppe sepucat salju. “Ada yang salah? Tanyanya kepada temannya.
“Aku mimpi banjir yang mengerikan” kata jeppe
“Mimpi tidak berarti apa apa” kata Bjorn
Tetapi Svend tidak yakin. Ketika ia mendayung ke tengah laut, ia memicingkan mata dengan keras ke arah sinar matahari. Ia belum berlayar jauh ketika ia merasakan angin tajam menerpa wajahnya. “Musim dingin akan segera datang.” Gumamnya dan pada saat itulah ia melihat sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri. “Apakah aku sedang mimpi?” tanyanya.
Ada seorang pria tua dengan janggut kelabu panjang menaiki ombak langsung kearahnya. Lelaki itu menaiki puncak ombak. Svend menggosok matanya. Pastilah ini hanya imajinasinya. Tetapi lelaki itu semakin dekat, sehingga Svend dapat melihatnya menggigil. Kemudian, diatas suara angin, Svend mendengar suara gemetar lelaki itu, lembut tetapi sangat dalam, menembus seluruh tubuh Svend “Tolong, aku kedinginan. Tanganku...mereka sangat dingin..”
Svend memerhatikan ketika lelaki itu meniupkan udara hangat ke tangannya yang dikatupkan. “Tolonglah aku.” Katanya lagi.
Angin telah semakin keras dan Svend juga kedinginan. Ia hanya ingin kembali ke pantai dan duduk di dekat api yang hangat. Tetapi suara lelaki itu terdengar putus asa dan Svend tahu bahwa ia harus menolong. Ia memandang ke bawah, tanpa ragu, ia melepas dayungnya, melepas sarung tangannya dan melemparnya kepada merman.
Begitu merman menangkap sarung tanganny, ia menghilang ke bawah ombak.
Ketika ia sudah menghilang, angin mereda seketika, sama seperti kemunculannya. Svend yakin bahwa ia telah bermimpi, tetapi segera mendayung kembali ke pantai.
Di pelabuhan, ia menunggu teman temannya dan kemudian berlari untuk menceritakan merman kepada mereka. Ia menjulurkan tangnnya “Ia membutuhkan sarung tanganku, jadi aku memberikannya.”
Bjorn tertawa “Kamu melepas sarung tangamu. Apa yang dibuktikan oleh hal tersebut?” Tetapi Jeppe mendengarkan dengan cermat dan tidak mengatakan apapun.
Berminggu minggu berlalu dan ketiga sahabat itu sudah melupakan merman, kemudian suatu hari, dengan datangnya musim dingin, Svend sedang memancing ketika tiba tiba perahunya miring ke sisi. Ia berpaling dan menemukan lelaki berjanggut itu bersandar di sisi perahu.
“untukmu” kata lelaki itu sambil menjatuhkan kedua sarung tangan ke dalam perahu. “sekarang pulanglah ke rumah. Badai akan terjadi di Norwegia dan sebuah badai lain sedang mengamuk di Swedia. Kamu akan tenggelam jika tidak segera mendayung ke pantai.”
Kemudian ia menghilang.
Svend segera mendayung ke arah teman temannya, berteriak “Pulanglah, merman sudah memeringatkanku!” meskipun laut sedang tenang, Svend yakin bahwa ia harus mendengarkan.
Kemudian Svend mendayung ke pantai. Jeppe tidak jauh di belakangnya.
Tetapi Bjorn tetap di laut. Ia sedang mengalami hari yang bagus, menangkap banyak ikan. Ia menertawakan teman temanny. “Aku tidak percaya hal hal seperti itu!”
Begitu Svend dan Jeppe menyentuh pantai, badai yang mengerikan mulai mengamuk dan banyak orang yang hilang dilaut pada hari itu, diantaranya adalah sahabat mereka, Bjorn.
Svend dan Jeppe berduka untuk teman mereka dan untuk selamanya mereka menghormati roh roh dan makhluk makhluk di balik kekuatan alam, dan mencerikan kisah itu kepada anak cucu mereka dan mereka meneruskannya ke generasi generasi selanjutnya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
swolverine
Case Solver
Case Solver


Contribute : 14
Jumlah posting : 624

PostSubyek: Re: kumpulan DONGENG (Update)   Mon 7 Jun 2010 - 16:54

Air Surga – Dongeng dari The Arabian Nights

Pada jaman dahulu, Harun al-Rashid berkuasa sebagai kalif kelima dari Dinasti Abbasid di Irak. Dibawah pemerintahan Harun, Baghdad berkembang dan istananya luar biasa indahnya. Mereka yang tinggal diistana mengagumi kebijaksaan pemimpin mereka, kecintaannya pada puisi dan musik serta kekuasaannya. Ia terkenal akan diplomasinya.
Penasehat terdekatnya, pembimbing rohaninya, Yahya Barmakid, menuntun hidup kalif dan hidup seluruh kerajaan dengan cermat. Jadi orang orang berkata bahwa Yahya lah yang pertama bertemu dengan gembala Bedouin di luar istana. Ia berdiri di halaman istana, memohon kepada penjaga untuk memperbolehkannya masuk.
Saat itu hari sudah malam, dan gembala yang malang itu sudah berjalan berhari hari dan bermalam malam. Ia meningglakan gembalaannya digurun dan diperlihara oleh adiknya sementara ia melakukan perjalanan, karena ia harus pergi untuk membawa hadiah istimewa kepada kalif.
Sekarang, sambil berdiri di halaman istana, ia takjub memandangi gemerlapnya istana. Lama sekali ia berdiri dengan takjubb dan Yahya memandanginya dari puncak kepala sampai ujung kaki. Sungguh tidak biasa melihat seorang miskin dan kumuh di halaman istana.
“Apa yang kamu lakukan disini?” tegur Yahya.
“Saya datang untuk bertemu kalif,” kata gembala dan Yahya harus menahan diri untuk tidak tertawa. “Kalif adalah orang yang sangat sibuk” katanya. “ia tidak punya waktu untuk pengemis. Sekarang, pergilah.”
Tetapi si gembala bertahan. “Tolonglah, saya telah menmukan sesuatu yang sangat berharga. Saya harus memberikan hadiah ini kepada kalif.” Bersamaan dengan itu ia menjulurkan sebuah kantung air yang kusam.
Sekarang Yahya tidak bisa menahan diri lagi dan tertawa. “Benda berharga apa yang bisa ada di dalam kantung seperti itu?”
Gembala itu menjelaskan dengan tergesa gesa. Ia sedang menyeberangi gurun selatan yang luas bersama domba dombanya ketika ia menemukan sesuatu yang menakjubkan “Salah satu domba sayalah yang menuntun jalan.” Katanya “saya menengok dan melihat ia sedang menjilati pasir dan tentu saja saya lari mendekat untuk melihat apa masalahnya.”
“dan kamu menemukan?” tanya Yahya kepada si Bedouin.
“Mata air!” teriak gembala. “Air di tengah gurun! Ajaib!”
Tentu air adalah berlian berharga di padang gurun.
Sekarang Yahya mengerenyitkan mata. “Dan mengapa ini harus diketahui oleh kalif” tanyanya.
“Tuan” lanjut gembala, “saya membungkuk dan mencicipi air itu, selama hidup belum pernah saya merasakan air yang selejat itu. Air ini lebih enak dari segala sesuatu yang pernah saya impikan. Tentu saja saya mengerti bawha saya berkewajiban membawanya sebagai hadiah kepada kalif sendiri.
“Kamu pikir kalif tidak pernah mencicipi air?” tanya Yahya kepadanya.
Tetapi gembala melanjutkan. “Tuan, saya ini orang sederhana dan sampai sekarang saya tidak pernah mengenal kemewahan, tetapi ayah dan kakek pernah bercerita tentang air Surga dan sekarang, setelah saya menemukannya, saya harus menawarkannya kepada kalif.
Akhirnya Yahya menyerah dan membawa lelaki itu menemui Harun al-Rashid. Ketika kalif mendengar berita itu, ia meminta sebuah cangkir emas bertabur rubi dan safir dan meminta pelayannya menuang beberapa tetes cairan dari kantung kulit ke cangkirnya.
Kalif memerintahkan penjaga pribadinya untuk mencicipi air. Dan penjaga itu melakukannya.
“Air ini baik baik saja” kata penjaga. Jadi Kalif mengambil cangkir, mengangkat ke bibirnya, menciumnya dan mencicipinya. Ketika ia minum, setiap orang mencondongkan tubuhnya mendekat. Gembala menahan nafas.
Harun diam dan beberapa menit berlalu sementara ia mempertimbangkan.
Gembala menunggu dengan sabar. Ia mengerti ini adalah saat yang penting, hari ketika penguasa ini, Harun al-Rashid, yang dikenal sebagai Penguasa Siang dan Malam, untuk pertama kalinya mencicipi air Surga, dan semuanya ini karena seorang gembala sederhana.
Harun dan Yahya saling berbisik. “Haruskah kita memengal kepalanya?” tanya Yahya
Harun adalah orang yang bijaksana dan ia telah berpikir panjang. “Tidak, tentu saja tidak” jawabnya berbisik.
Ia duduk tegak dan berkata kepada gembala “Temanku yang baik, dari lubuk hati aku mengucapkan terima kasih untuk hadiahmu.”
Kemudian ia mencondongkan tubuhnya ke pelayan pelayannya dan membisikkan perintah ini : “Tunggu sampai gelap, kemudian bawa dia dengan karavan kembali ke gembalaannya. Di perjalanan, jangan biarkan dia meilhat sungat Tigris yang megah itu. Jangan biarkan dia mencicipi air yang biasa kita minum. Ketika kamu sudah mengembalikan dia ke gurun, hadiahkan sekantung emas dan katakan bahwa ia dan keturunannya akan selamanya menjadi penjaga air Surga.
Ketika gembala menerima kata kata kalif, ia merasa sangat bangga. Dan sampai sekarang keluarganya menjaga mata air ini, menyakini bahwa air itu sungguh sungguh air Surga. Harun al-Rashid sendiri yang telah mengatakannya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: kumpulan DONGENG (Update)   Today at 17:15

Kembali Ke Atas Go down
 

kumpulan DONGENG (Update)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Re-Post and Re-Discuss!-