IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 [Cerpen] Survive

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Sang newbie beraksi
Administrator
Administrator


Age : 13
Contribute : 167
Jumlah posting : 3326

PostSubyek: [Cerpen] Survive   Sat 30 Jun 2012 - 11:46

Masih kucoba melangkahkan kakiku diantara jejak tanah yang merah dan sedikit berlumpur. Masih kuingat kejadian yang menimpaku, sebuah kecelakaan pesawat yang mengerikan, hanya tersisa dua dari, entahlah, mungkin sembilan puluh orang? Atau malah seratus orang? Aku tidak tahu pasti, tapi yang aku yakin, salah satu dari dua orang itu adalah aku. Ya, orang yang masih mungkin untuk bertahan.

Kami tidak saling mengenal, tapi saling menghadapi nasib yang sama. Masih kuingat dari beberapa detik setelah ledakan pesawat itu aku merayap pada alas bumi dan melihat keadaan sekitar. Mayat, dimana-mana, hampir sembilan puluh lima persen aku tidak bisa membangunkan diriku karena ketakutan yang mendera. Mungkin aku hanya beruntung bisa selamat dari kejadian ini, tapi mungkin jika bisa memilih, aku lebih baik mati daripada disini.

Dan mungkin satu orang yang lainnya itu juga akan berpikiran sama.

Aku adalah satu-satunya lelaki dari korban yang selamat. Ya, aku sangat sangat sangaaaatttlah beruntung. Atau mungkin bisa disebut juga tidak beruntung? Entahlah.

Rasa traumatis sebenarnya masih mendera pada diri kami. Ya, mana mungkin aku bisa dengan santai berlari-larian kesana kemari jika mengetahui hal ini terjadi? Dengan mata sendiri lagi. Belum lagi sebelum kecelakaan aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Luar biasa mengerikan! Sangat, sangat, sangat mengerikan bahkan! Tapi aku tak bisa membiarkannya, atau mungkin kami untuk tetap disini, kami harus mencoba berusaha mencari bantuan, biarpun sia-sia.

Sudah tiga hari kami mencoba menelusuri gunung yang terjal ini. Ya, ini hari keempat petualangan kami yang mengerikan, hanya berbekal makanan yang masih tersisa sedikit. Atau malah sangat sedikit, kami mencoba menahan nafsu kami untuk menyerah, walaupun itu sulit. Banyak sekali keluhan yang ingin kukeluarkan, tapi sebagai pemandu, eh, mungkin tepatnya pemimpin, sebab aku tidak tahu daerah ini, aku hanya menelusuri sesuai keinginanku, biarpun itu artinya bunuh diri, aku tak bisa membiarkan semangat kami putus. Ya, walaupun aku tahu mereka pasti berpikir tidak ada gunanya berjalan.

Hari pertama, kami masih terguncang dengan apa yang terjadi, tapi aku mencoba menenangkan mereka dan akhirnya berhasil membujuk mereka untuk berjalan keluar mencari bantuan.

Hari kedua, hari yang melelahkan, dingin malam yang menggebu kami, memaksa kami untuk saling berdekatan. Ya, tapi aku laki-laki, tentu saja aku merasa sedikit enggan untuk melakukan itu, walaupun aku tahu mungkin itu akan membuat suhuku lebih baik daripada sendirian, tapi tetap saja aku menolak, lagipula rasa lelahku sudah membuat suhuku sedikit naik.

Dan hari ketiga, hari dimana kami mulai putus asa, tapi aku tetap menyemangatinya, padahal aku sendiri sudah mulai putus asa. Ya, ucapan muluk memang terkadang harus dikeluarkan untuk orang lain. Biar saja, toh mereka tidak tahu apa yang kupikirkan.

Dan sekarang, hari keempat. Entahlah, aku merasa aku ingin mati saja.

”Apa kita bisa?” Tanya seseorang di belakangku.

Aku mengangkat bahu. ”Mungkin?” Dan setelah itu tak ada jawaban lagi. Entah mungkin karena takut untuk bertanya lagi atau sudah puas akan jawabanku. Tapi pilihan pertama mempunyai kemungkinan lebih besar.

Dan kini, kami dihadapi oleh tebing yang curang.

”Apakah kita,” Dia membuat jeda sejenak. “Bisa?”

Aku kembali mengangkat bahu, tapi tidak dengan jawaban seperti tadi. “Kau bawa tali atau semacamnya?” Kucoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Hmm, mungkin, aku tidak tahu pasti, tapi rasanya di tas ini aku membawa benda semacam..”

“Bawa atau tidak!?” Kubentak sedikit, terlihat dia sedikit tersontak. “Maaf, aku hanya, takut.” Kucoba untuk menenangkannya. Dia tak merespon, hanya mencoba mencari-cari benda dari dalam tas gendongnya dan akhirnya ia mengeluarkan seutas tali.

Kucoba untuk membuat sebuah jembatan melewati tebing ini, entah cukup kuat atau tidak. Ya, aku harap cukup kuat.

”Duluan?” Aku menawarkan padanya, tapi dia terlihat sedikit takut. Bisa kupastikan juga dia mencoba menekan ketakutannya itu, dan akhirnya melaju langkah demi langkah.

”Aku ada di belakang.” Kucoba untuk menenangkan.”Tenang.” kembali kucoba untuk menenangkan.

Jaraknya hanya sekitar sepuluh meter, tidak terlalu jauh. Dan kami sudah sampai setengah perjalanan, lima meter untuknya dan empat meter untukku.

Kurasakan tali yang bergoyang.

Apakah karena aku terlalu keras memegang tali ini?

Kucoba untuk melihatnya.

Sial!! Bagian depan terputus! Sialan! Kenapa harus sekarang!? Padahal tinggal setengah perjalanan lagi? Apakah aku harus mati di tempat yang aku sendiri tak tahu ada dimana?

”Tolong!” Aku mendengar teriakan itu, kulihat wanita itu. Sudah, sudah terjatuh menuju dasar tebing yang dalam. Aku tak dapat melihatnya dengan jelas karena cahaya yang memantul dari dalam sangatlah minim. Sekarang hanya ada satu pikiran di benakku. Apa yang akan terjadi padaku!? Apakah aku akan mengalami hal yang sama!?

Tali ini mengayun ke depan dan ke belakang, menubrukkan diriku ke dinding tebing yang kasar. Rasanya memang sakit, tapi itu lebih baik daripada aku yang memikirkan kematianku. Apakah aku bisa? Tapi aku sudah lelah, tenagaku rasanya sudah terkuras habis. Aku mencoba untuk tenang biarpun itu sulit.

Apakah, aku bisa?

_____________________________________

Original : Andri
Inspirasi : Redemption – Daniel Ciornei
11:40 WIB

_________________

"I am a poor lonesome cowboy." - Lucky Luke
Find me on : deviantart.com , ourartcorner.com and brainly.co.id
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Reid
Villain
Villain


Contribute : 125
Jumlah posting : 2887
Lokasi : di balik kata-kata

PostSubyek: Re: [Cerpen] Survive   Sat 30 Jun 2012 - 14:34

good
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

[Cerpen] Survive

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-