IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 New Adventure Of Sherlock Holmes

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
PengirimMessage
Kudo Shinichi
Case Solver
Case Solver


Age : 28
Contribute : 23
Jumlah posting : 1421
Lokasi : Baturaja

PostSubyek: New Adventure Of Sherlock Holmes   Sun 4 Sep 2011 - 15:27

First topic message reminder :

Sherlock Holmes
File : 5
Mistrius Murder

Ini adalah kisah cerita Detective wanita dari kepolisisan Scodland Yard yang bernama Ratih, kisah ini menceritakan kebanggaanya terhadap sobatku Sherlock Holmes ketika dia di berikan kesempatan menyelidiki kasus pembunuhan bersama sobatku itu, sangat tidak adil bagiku kalau kisah ini tidak kumasukan ke dalam arsif dokumen tentang petualangan Sherlock Holmes yang sangat aku banggakan, inilah kisahnya !!!

Gelapnya malam ini terasa membuat bulu kuduk merinding, apalagi dengan ditemani derasnya hujan yang turun.

Betapa dingin dan gelapnya malam itupun tetap tak akan menghentikan niat para petugas polisi untuk melakukan tugasnya sekarang; sebuah kasus dimana sesosok mayat ditemukan dalam ruang yang terkunci rapat.

Lampu merah biru berkelap-kelip diiringi guyuran hujan deras, mobil polisi, ambulan dan kendaraan lain yang tidak berkepentingan pun ikut terparkir di luar rumah TKP tersebut.

Para pemburu berita dan orang-orang yang sekedar ingin melihat --memenuhi area yang telah dikawal ketat oleh para polisi. Sesosok pria bertopi hitam menembus kerumunan orang-orang itu dari belakang, ia maju berdesak-desakkan hingga akhirnya mencapai tepat gerbang rumah tersebut.

Dengan seenaknya ia mengangkat pita kuning tanda batas polisi dan memasuki tempat kejadian perkara, orang-orang berteriak agar ia tidak masuk --tapi salah satu petugas yang melihatnya langsung memberi hormat dan mempersilakan jalan kepadanya.

Pria bertopi hitam itu masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ruangan tempat korban ditemukan.

Saat dia melangkah masuk semua petugas berhenti sejenak dan melihat kearahnya, pria bertopi cuma mengangguk sedikit dan merekapun kembali pada pekerjaannya masing-masing.

"Mr. Holmes?" Pria bertopi menengok saat dipanggil oleh satu petugas wanita di sana. "Ini laporannya."
Holmes membaca laporan dari petugas pemeriksa TKP, walaupun hanya sekedar melihat dan membolak-baliknya dengan cepat sebelum akhirnya ia kembalikan lagi ke tangannya.

"Waktu?" Holmes bertanya sambil berjalan mendekati mayat dalam keadaan duduk di sebuah kursi yang terletak tepat di belakang sebuah meja besar.

"Waktu kematian kira-kira jam 7 malam, jam 19.30 laporan masuk dan tim sampai di sini tepat pukul 19.42."

Holmes memeriksa pisau berdarah yang tergeletak di lantai, tangan kanan mayat itu menggantung ke bawah --terlihat bekas darah mengalir dari sayatan lebar di tenggorokannya. Holmes menatap petugas wanita tersebut dan berkata, "nama?"

"Nama korban Narto Kaolam, ayah dari dua anak--"
"Bukan, nama kamu siapa?" Holmes mengibas-ngibaskan tangannya. "Saya tak pernah liat kamu di sini."
"Oh, maaf! Na, nama saya Ratih Pak." Katanya sambil menjulurkan tangannya ke depan.
"Panggil saya Sherlock Holmes." Holmes menjabat tangan Ratih, kemudian kembali bergerak menuju belakang kursi tempat mayat terduduk. "Baiklah, sekarang --Ratih, coba kau lanjutkan laporanmu."
"Penelpon adalah istri korban yang bernama Tanti, dia mengatakan bahwa suaminya bersimpah darah dalam ruangannya dan pintu tak bisa dibuka dari luar." Ratih menjelaskan, "dia disuruh menunggu sampai polisi datang oleh operator, kami sampai 12 menit kemudian."

Holmes mendengarkan sambil berjalan-jalan mengitari ruangan tersebut, terlihat semua jendela di ruangan itu diteralis besi dan satu-satunya akses masuk hanyalah satu pintu yang tadi ia masuki.

"Dua polisi yang sampai duluan ke TKP memastikan pintu memang terkunci dan tak bisa dibuka," Ratih melanjutkan. "Melihat kondisi seperti itu mereka memutuskan untuk mendobrak pintu tersebut. Begitu masuk satu polisi mengecek keadaan korban dan satu lagi berjaga di pintu untuk mencegah para saksi yang mencoba masuk ke dalam. Dengan luka sayat sebesar itu korban sudah dipastikan tak bisa tertolong lagi, pemeriksaan forensik memastikan waktu kematiannya sekitar jam 7 malam."
Holmes menguap sebentar setelah mengecek keadaan gagang pintu dengan kunci ruang tersebut menggantung di bagian yang menghadap ke dalam ruangan. Posisi pintu memang terkunci, lis pintu terlihat rusak karena terkena gebrakan dari luar. "Yah, kelihatannya memang terkunci dari dalam ya. Berapa orang saksinya?"

"Tiga orang, mereka semua penghuni rumah ini. Sang istri, anak dan pembantu rumah ini. Yang menemukan korban pertama kali adalah si pembantu yang disuruh istri memanggil bapak untuk makan malam."
"Sekarang mereka ada di mana?" Holmes bertanya.
"Ada, di ruangan tengah." Ratih menjawab sambil berjalan menunjukkan di mana letak ruangan itu.
Sebelum masuk Holmes dihentikan oleh Ratih, "Tapi, Pak..."
"Jangan pakai Pak!"
"Eh, maaf, maksud saya Holmes." Ratih mengkoreksi dirinya, "Kalau mau bertanya tolong dengan nada yang pelan, soalnya mereka masih syok karena peristiwa bunuh diri ini."
"Bunuh diri?" Holmes kembali bertanya. "Itu hasil laporanmu?"
"Karena melihat keadaan tadi, pisau, jendela berteralis dan pintu yang kuncinya ada di dalam ruangan." Ratih menjelaskan, "saya bisa menyimpulkan kasus ini adalah bunuh diri."
Holmes tersenyum, "coret bunuh diri dari catatanmu! Ini adalah kasus pembunuhan."
"Ha?" Ratih terbelalak.
"Pembunuhan tertutup."
Kilatan petirpun menggelegar, seakan membenarkan pernyataan Sherlock Holmes.
"Ah, tapi--"
Belum selesai Ratih berbicara Holmes memotongnya, "kau bilang saksinya tiga orang?"
Ratih mengangguk.
"Status mereka sekarang tersangka, dan satu orang lagi."
"satu lagi?"
"Suruh seseorang panggil anak korban yang satunya, kau bilang korban itu memiliki dua anak kan?"
"Iy~ya, benar."
"Cepat panggil dia."
"Ba, baiklah." Ratih langsung berbalik dan mencari seseorang untuk memanggilnya.
Holmes memasuki ruang tengah, di dalamnya dia melihat sang istri yang menangis dengan anaknya, pembantu yang juga terlihat sedih dan dua polisi yang menjaga mereka.
"Selamat malam." Holmes menyapa, hanya dua polisi yang menjawab sisanya mengangguk atau tetap terisak-isak.
Tanpa buang waktu, Holmes menunjukkan jarinya kepada si pembantu --menyuruhnya menghampiri dirinya. Si pembantu pelan-pelan mendekati Holmes.
"Kau yang pertama menemukan korban?" Holmes bertanya, "tolong ceritakan kejadiannya."
Setelah mengangguk, dengan terbata-bata si pembantu menjawab, "ta, tadi malam saya ya-yang memeriksa keadaan Bapak di ruangannya. Sekitar jam tujuh seperapat, setelah saya menyiapkan makan malam dari jam lima --saya disuruh ibu memanggil Bapak untuk ikut makan malam bersama-sama." Si pembantu menarik nafas panjang dan kemudian melanjutkan, "di depan kamarnya saya ketuk pintu dan memanggilnya berkali-kali, sampai saya panggil dengan suara keraspun beliau tidak menjawab. Saya coba buka pintunya tapi pintunya terkunci makanya saya liat dari jendela yang tak tertutup tirai, eehhh.... tak taunya.... Bapak, su--sudd-ddah berlumuran darah....!!?!"
Holmes melirik ke arah istri dan anak yang kelihatannya tambah sedih karena mendengar deruan isak si pembantu, lalu dia berpaling dan bertanya lagi. "Lalu apa yang kau lakukan setelah itu?"
"Saya berteriak kencang, sampai-sampai Ibu dan anaknya menghampiri ke ruangan Bapak." Si pembantu melanjutkan, "si anak dan Ibu melihat sosok Bapak yang mengenaskan itu dan si anak jatuh lemas, si Ibu yang juga berterak histeris tetap langsung berusaha menelpon 112, kami tak dapat berbuat apa-apa lagi...."
Holmes kemudian bertanya lagi, "ada hal yang aneh tidak beberapa hari ini?"
"Hemmm..." Si pembantu terdiam lama dan berkata, "paling cuma pertengkaran Nyonya dan Bapak beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu pasti tapi mereka ribut soal --kekurangan uang atau apalah gitu."
Holmes terdiam dan memejamkan matanya sebentar, kemudian dia bilang, "baiklah. Sudah cukup, kembalilah. Sekalian tolong panggil si anak yah, terima kasih."
Setelah si pembantu bicara kepada sang anak, si anak mulai berjalan mendatangi Holmes,dengan langkah goyah ia seperti tidak kuat berjalan sendiri dan ibunya berusaha memapahnya sehingga akhirnya mereka berdua berdiri di depan Holmes.
"Ibu istri dari korban ya dan ini anaknya?" Holmes langsung bertanya.
"Iya." Jawab istri yang terisak-isak itu, "dan dia anak kedua kami. Yang pertama sedang keluar rumah."
"Ya, aku sudah menyuruh orang untuk memanggilnya."
"Ha?" Si istri bingung, "kalian tahu nomor hpnya? Kalian cari di mana?"
"Tenang nyonya," Holmes mengangkat tangannya sambil tersenyum. "Kami ini 'kan Detective."
Si istri langsung mengerti. Dan Holmes kembali menanyai mereka.
"Apa Nyonya bersama anak anda saat si pembantu menemukan korban?"
"Ti, tidak. Saya sedang menonton tivi di ruang tamu." Sang istri menjawab, "dan dia sedang di kamar waktu kejadian itu."
Holmes membungkuk dan bertanya pada si anak, "benarkah adik sedang di kamar?"
Tanpa melihat Holmes, anak itu mengangguk sambil berlinang air mata.
"Dari jam berapa kalian ada di sana?" Tanya Holmes.
"Sekitar jam 6." Jawab sang istri. "Tapi aku sempat pergi ke kamar untuk mengunci pintu kamarku."
"Oh, jam berapa itu?"
"Sekitar jam tujuh."
Holmes mengangguk-angguk, kemudian bertanya kepada si anak, "bagaimana kalau adik?"
Si anak tidak menjawab tapi dia menunjukkan tangannya yang jari-jarinya terbuka, dengan kata lain 'jam lima'.
"Oh, anak anda yang satu lagi? Jam berapa dia keluar rumah?"
"Sama yah," sang istri coba berpikir. "saat saya mulai nonton tivi si kakak pamit untuk pergi, jadi sekitar jam enam lewat?"
"Kalau kunci rumah dan ruangan, apakah anda punya duplikatnya?" Holmes bertanya lagi.
"Tentu saja."
"Siapa saja yang pegang di rumah ini?"
"Saya dan anak saya yang besar, karena dia suka pergi main malam-malam." Sang istri bicara, "tapi percuma, kalau ada kunci yang tergantung di sisi lain kita tak bisa membukanya pakai kunci ini."
Holmes mengangguk-angguk, "Ya, ya. Saya tahu itu. Kalau ada kunci yang terpasang di dalam tak akan bisa sebelah luarnya di masukkan kunci lagi, apalagi dibuka."

"Lalu apa anda sempat bertengkar dengan korban sebelum ini?" Holmes melanjutkan.
Sang istri tersentak, terdiam baru kemudian menjawab, "i, iya.. beberapa hari yang lalu. Tapi itu persoalan kecil layaknya suami istri... Aku hanya mengeluh soal kekurangan untuk bayar tagihan."
"Tapi--" Holmes ingin melanjutkan bicara tapi sang istri memotongnya.
"Bapak juga sebelum ini bertengkar hebat dengan si Kakak, semuanya karena si Kakak minta uang sepuluh juta."
"Sepuluh juta? Untuk apa?"
"Entahlah, dia anak itu memang senang berjudi. Pasti dia ingin membayar hutangnya!" Jawabnya keras. "Mungkin! Karena itu si Bapak sampai ingin bunuh diri seperti itu?!?"
Suasana hening walaupun sayup-sayup diluar terdengar suara hujan masih mengguyur keras, perkataan sang istri memperkeruh suasana. Holmes memperhatikan para tersangka sekali lagi, dia berusaha mencari jawaban si pelaku ada di sini dia hanya butuh satu anaknya lagi untuk datang agar semua jelas.
Holmes memanggil salah satu polisi di ruangan dan membisikkan sesuatu kepadanya, hanya sepotong-sepotong terdengar. "Tolong...sst...sst. Kalau tidak...sst...sst, coba di sst...sst." Polisi yang dibisikipun menganggukan kepala tanda mengerti, kemudian langsung keluar ruangan meninggalkan Holmes dan para tersangka.

Tak lama pintu diketuk lagi, kali ini Ratih yang masuk dan melaporkan bahwa anaknya yang satu lagi sudah ditemukan. Holmes menyuruhnya membawa anak itu masuk ke ruangan ini, tapi saat anak itu dan Ratih sudah sampai di depan pintu.
"Yak! Berhenti di situ!" Solan menyuruh mereka berdiri tepat di depan pintu masuk ruangan ini.
Ratih yang bingung dan si Kakak, yang terlihat mukanya merah karena sedih, walau tak tahu untuk apa tetap saja mereka berdiri didepan ruangan tersebut mengikuti perintah Holmes.
"Apa-apaan sih ini!?!" Si Kakak protes kepada Holmes. "Kenapa Bapak polisi memanggil aku ke sini!?!"
"Hei, tenanglah. Saya hanya ingin memperjelas kasus pembunuhan ini." Holmes menenangkan.
"Kasus pembunuhan?" Si istri menimpali, "kasus apa?! Bunuh diri koq dibilang kasus pembunuhan?"
"Iya Pak Polisi." si pembantu menambahkan, "waktu itu ruangannya kan terkunci, polisi yang lain juga sudah mengeceknya. Dan ibu polisi tadi juga bilang ini kasus bunuh diri." Katanya sambil menunjuk ke arah Ratih.

"Eh.. saya juga ehh hanya melapor saja...." Ratih bingung menjawab pernyataan itu.
Holmes hanya tersenyum kecil, "yah. Siapapun akan berkata kalau kasus ini merupakan kasus bunuh diri," Holmes membalikkan badannya dan berkata lantang, "tapi dalam kenyataannya. Kasus ini adalah kasus pembunuhan di ruang tertutup!"
"Maksudmu?!" Si istri menjawab keras. "Suamiku dibunuh orang?!"
"Benar, dan juga tak menutup kemungkinan." Holmes menambahkan. "Bahwa salah satu dari kalian, penghuni rumah ini, adalah tersangka utama pembunuh korban!"
"Holmes, apa yang kau..." Ratih mencoba menghentikan pernyataan Holmes yang kasar itu, tapi Holmes mengangkat tangannya menyuruh diam.
"Ta, tapi atas alasan apa kau menuduh kami menjadi tersangka?!" Sang istri semakin histeris. "Itu tak adil! Walau kami sering bertengkar tapi tetap tidak cukup untuk dijadikan alasan!!"
Holmes memandang tajam ke arah si istri, "Nyonya..." Dia berkata pelan tapi tegas. "Dalam penyelidikan saya, saya selalu mengesampingkan motif pelaku."

Ratih mendengarkan sambil berkata dalam hati, 'Bagaimana bisa dia tidak memperhitungkan motif si pelaku? Justru esensi dari penyelidikan adalah alasan si pelaku melakukannya.'

"Alasan-alasan yang dikemukakan seorang pembunuh akan sangat bervariasi, dalam keadaan seperti ini siapa yang tahu mana yang berbohong dan mana yang jujur?" Solan melanjutkan, "yang penting dalam caraku ialah..." Dia berjalan mendekati pintu, menunjuk pada kunci yang terpasang di pintu dan kembali berkata dengan tegas, "...rentang waktu kejadian dan cara si pelaku melakukan kejahatannya!"
"Tapi, bagaimana dengan pintu yang terkunci dari dalam?" Ratih bertanya, "bahkan kuncinya ada di bagian dalam ruangan."
"Mudah saja," Holmes tersenyum. "Hanya butuh sebuah trik, trik yang amat gampang."
Holmes menunjukkan ke pintu ruangan yang tergantung sebuah kunci lalu ia berkata kepada si Kakak, "kau...punya kunci duplikat kan?"
Si Kakak menjawab, "punya."
"Baiklah," kata Holmes sambil menutup pintunya.
Sekarang Ratih dan si Kakak ada di luar ruangan, terdengar suara jekrek dari dalam, Holmes telah mengunci pintunya.
"Sekarang coba kau masukkan kuncimu!" Teriak Holmes dari dalam.
Si Kakak mengeluarkan kunci duplikatnya dari kantongnya, kemudian mencoba memasukkannya ke lubang kunci yang ada. Tapi mau dipaksa seperti apapun kuncinya tak bisa masuk dengan penuh, jadi tak bisa ia putar ke arah manapun.
"Tak bisa Pak..." Dengan nada menggerutu dia berkata, "kalau ada kunci di dalam mana bisa aku buka dari luar?"
"Baiklah." Holmes melakukan sesuatu dengan kunci di bagian dalam ruangan, "sekarang coba lagi!"
Sekarang si Kakak mencoba lagi, kuncinya masuk dengan mudah dan ia pun memutarnya searah jarum jam dan membuka pintu ke dalam.

Semua yang berada di dalam ruangan tertegun, si Kakak dan Ratih mencoba mencari tahu apa yang membuat mereka terdiam. Dan saat Ratih melihat ke arah lubang kunci di sisi lain, dia melihat kalau kunci masih menggantung di sisi pintu yang lain!
"Apa?!" Ratih bertanya, "kok bisa?"
Holmes tersenyum.

Siapakah pelakunya
Bagaimana trik pelaku melakukan pembunuhan yang mustahil ini, lakukanlah apa yang seharusnya di lakukan oleh Sherlock Holmes
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user

PengirimMessage
Atsavin Khaizuran
Administrator
Away

AdministratorAway


Age : 20
Contribute : 57
Jumlah posting : 2207
Lokasi : Tasikmalaya

PostSubyek: Re: New Adventure Of Sherlock Holmes   Sat 10 Sep 2011 - 11:53

R6 wrote:
Maaf cuma mau ngasih saran aja, daripada berlarut2..

@Kudo Shinichi: Kalo memang bener ini case dari temen ente dan disuruh ngepost disini, tolong edit aja post #1 nya. Tambahin keterangan kalau ini bukan case buatan ente.. Maaf

buat admin/mod:

good Keren juga nih sistem penyelidikannya, bisa sampe tau kalo ini case "janggal"
Maaf tapi, walaupun case repost inget yang kita cari (atau mungkin ada juga member lain yg sependapat) disini, bukan MASALAH CASE REPOST atau bukan.. Tapi, inti dari case itu sendiri. Walaupun case repost kita juga masih bisa bermain di case ini kan?? Very Happy
Saran saya sih, nggak perlu dimasukin di Trash Bin atau di lock. Itu pun kalo Kudo Shinichi juga setuju

Kalo masalah CM dan CS point sih terserah kebijakan admin sekalian sepele

Maaf maap kalo bahasa agak membingungkan

Ini masalahnya kan ibarat nyuri hape ganti casing gan Very Happy
Saya ngerti maksud anda, tetapi memang jika si TS itu CM yang bertanggung jawab dan TAHU ATURAN pastinya gak akan sembrono ngepost disini, toh masih ada section REPOST. Juga disini dia tidak mencantumkan sumber apapun dari mana casenya itu berasal.
Oh iya saya mau tanya intinya apa? HAMMER HEAD
Mungkin dari kacamata solver seperti anda case itu untuk dipecahkan. Tapi kita lihat sisi kacamata si TS ini sebagai CASE MAKER apakah ia mendapatkan inti dari sebuah case hanya dengan menjiplak/merepostnya? tanpa berpikir keras bagaimana sulitnya si empu untuk membuatnya?

Okeh mungkin case ini ga bakal di trash bin tapi di pindah ke section yang lain.
Seperti kata vicaksana jika ingin merepost case cantumkan sumbernya dan post di section yang lain.
oh iya saya akan mengurangi warnbar anda lagi satu level, Jika anda melanggar lagi maka anda akan di banned temporary. Dan juga saya akan mengurangi CM anda 2 (sejauh case anda yang saya lihat, nanti akan ditambah jika ternyata masih ada)

Sekian



_________________
1 - 2 - 3 - 4
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.gloostudio.com
woltz da wood
Advanced
Advanced


Contribute : 14
Jumlah posting : 378

PostSubyek: Re: New Adventure Of Sherlock Holmes   Sat 10 Sep 2011 - 18:21

prems premss..... rofl
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: New Adventure Of Sherlock Holmes   Today at 0:37

Kembali Ke Atas Go down
 

New Adventure Of Sherlock Holmes

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Re-Post and Re-Discuss!-