IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Walking in The Darkness

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Rizein
Newbie
Newbie


Contribute : 0
Jumlah posting : 48

PostSubyek: Walking in The Darkness   Wed 25 May 2011 - 22:28

Hujan dipagi hari membuat suasana menjadi bosan apalagi jika hujan itu terjadi pada hari senin dimana kau memulai harimu setelah liburan sekolah walaupun hanya satu hari tapi cukup menyenangkan bagi anak - anak sekolah. Seperti halnya siswa di sebuah sekolah besar bernama SMA GARUDA yang selalu berteriak-teriak pada hari sab’tu besok libur-besok libur kepada semua orang padahal tanpa berkata demikianpun jika hari minggu memang waktunya untuk libur. Dan sekarang hampir semua anak-anak yang berkata besok libur-besok libur itu sedang berlarian agar tidak basah kuyup karena hujan yang sedikit menggangu mereka.
“ Haah…!, seharusnya hari ini tidak hujan menggangu saja “ kata Dian sambil menatap langit yang gelap.
“ Setidaknya kita sudah berteduh tidak seperti mereka ” kata Ardi sambil menatap murid-murid lain yang sedang berlarian mencari tempat berteduh, lalu dia tersenyum “ seperti orang bodoh” katanya
Gin yang dari tadi diam saja sekarang berjalan dan berhenti di depan mereka lalu mengulurkan tangannya pada tetesan air hujan sehingga membuat tangannya basah
“ Kenapa kau Gin, apa kau mau hujan-hujanan ? ” kata Ardi sambil tersenyum mengejek, Gin diam saja, lalu sambil menatap langit yang masih meneteskan air hujan ia berkata
“ Hujan adalah sesuatu pemberian tuhan kepada kita umat manusia dan kita harus men-syukurinya tapi manusia malah berlari dari air hujan pemberian tuhan, kenapa mereka bersembunyi dari pemberian tuhan, padahal hujan adalah sesuatu pemberian tuhan, hujan adalah sesuatu yang ajaib tapi kenapa manusia malah menghindarinya apa karena sesuatu yang ajaib seperti hujan ini sering terjadi sehingga menjadi biasa saja, apakah karena manusia juga bisa membuat hujan sehingga mereka mengabaikannya apakah begitu cara kalian menerima pemberian dari tuhan? ”
“ Hey… hey…, kau ini bicara apa, jangan berkata seperti itu, kata-katamu membuat aku terlihat berdosa, mengerti ” kata dian pada gin, tapi gin hanya diam dan tetap membiarkan tangannya terkena tetesan hujan
“ Mensyukuri sih mensyukuri tapi masa harus hujan-hujanan ” kata Ardi
“ Sudah tidak usah didengarkan, kita berteduh saja disini lagi pula bell masuk belum berbunyi ” kata alex
“ Apakah seperti itu cara kalian mensyukuri nikmat tuhan? ” ujar gin sambil menatap langit
“ Jika memang begitu kau mau apa, apa kau mau hujan-hujanan lalu berkata lihatlah aku, aku adalah orang yang mensyukuri nikmat tuhan” kata Alex menatap bosan pada Gin.
Lalu Gin menoleh pada teman-temannya, sambil tersenyum ia berkata “ Memang itu yang akan ku lakukan” lalu dia berjalan di bawah siraman hujan “ Seorang New Hero adalah seseorang yang mensyukuri nikmat tuhan entah itu baik entah itu buruk …………” kata Gin yang sudah basah kuyup sambil terus berjalan menuju gedung sekolah
“ Aku merasa kasihan pada ibunya” kata Alex sambil menatap Gin yang berjalan ditengah siraman hujan.
“ Memangnya ada apa dengan Ibunya Gin, Al ?” tanya Goro penasaran
”Sebaiknya kau tidak kuberitahu aku takut kau nanti menangis” jawab Alex. Lalu tidak lama kemudan Bell sekolah pun berbunyi mendakan pelajaran pertama di hari senin akan segera dimulai
***
“…. jadi anak begitulah perjuangan para pahlawan-pahlawan kita sehingga negara kita Indonesia ini bisa merdeka sampai sekarang ” kata pak usup mengakhiri cerita sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang memeng sudah berakhir lama tapi masih selalu diingat
” Baiklah anak-anak apa ada diantara kalian yang mau menanyakan sesuatu tentang sejarah bangsa kita ” lanjutnya sambil memandang murid-muridnya
“ Pak, para pahlawan itu sudah tiada jadi siapa yang mengantikan perjuangannya sekarang ? ” tanya salah seorang murid.
“ Tentu saja kita semua ” jawab Alex “ …. masa begitu saja tidak tahu memalukan! ” lanjutnya dengan tatapan mengejek.
“Al jawabanmu sudah benar tapi tidak perlu mengejek temanmu ” kata pak usup tegas pada Alex.
“ Tentu saja jawabanku benar hanya orang bodoh yang tidak tahu ” lanjutnya
“Al jaga ucapanmu !! ” sentak Pak Usup.
Ketika pak usup selesai berbicara, terdengar suara tawa dari bangku paling belakang, lalu semua orang yang ada di ruangan kelas memandang anak itu.
” Pertanyaannya salah dan jawabanya pun salah ” katanya lalu sambil menatap jam, dia tersenyum satu menit lagi istirahat pikirnya
“ Apa maksudmu, Gin ? ”
“ Jelas itu salah Pak. Pahlawan tidak bisa digantikan, dan untukmu Al, belum tentu kita semua yang ada disini bisa jadi pahlawan” lalu gin berdiri dari tempat duduknya.
“ Bisakah kamu jelaskan agar teman-temanmu paham dengan ucapanmu ” pinta Pak Usup
“ Seperti yang ku katakan tadi pahlawan tidak bisa digantikan dan belum tentu kita semua jadi pahlawan …. ”
“tentu bisa asalkan kita berusaha kita bisa mengantikan para pahlawan” potong Alex.
Gin yang tadi sudah berdiri dari kursinya sekarang dia berjalan pelan menuju depan kelas sambil berkata “ Berusaha, ya. Jadi apakah kau bisa mengantikan rasa sakitnya saat tertembak peluru panas saat mereka berjuang “ katanya sambil menatap tajam pada Alex “ ….atau apakah kau bisa menggantikan rasa kehilangan yang mereka rasakan saat para penjajah membunuh teman atau keluarga mereka, dan apakah kau bisa mengantikan nyawa yang hilang dari para pahlawan, apakah kau bisa !, jadi siapakah diantara kalian disini yang bisa menggantikanya. Kalau aku, jujur saja aku tidak sanggup tapi, aku akan berusaha menjadi NEW HERO dengan caraku sendiri ” ketika selesai gin selesai berbicara seperti itu dia sudah berada di depan pintu keluar kelas, semua orang yang ada diruangan itu diam tanpa ada yang bisa menjawab pertanyaan Gin.
Lalu Pak Usup yang sadar ketika melihat gin sudah berada didepan
“ Mau kemana kamu, Gin ? ”
Gin menoleh kebelakang dan menatap pak usup tanpa menjawab, lalu tanpa mendapatkan jawaban dari gin pak usup sudah mendapatkan jawabannya karena pada saat itu bell tanda istirahat berbunyi. lalu pak usup melihat gin yang dan berkata
“ Aku duluan Pak ” kata Gin tersenyum, dia pun pergi keluar kelas.
“ Baiklah anak-anak waktunya istirahat, oh, ya satu lagi, siapa yang hari ini tidak masuk”
“ Nihil pak…..”
“ Nihil ya, tapi aku melihat tempat kosong disana ” kata Pak Usup menunjuk tempat kosong disamping jendela kaca “ ….apakah memang tempat itu tak berpenghuni ? ” tanyanya
“ Oh, tempat itu milik Arizein, Pak ”
“ Tidak ikut pelajaranku lagi, berani betul dia, tapi ya sudahlah biarku urus nanti. Oke anak-anak sampai bertemu dipelajaran berikutnya”
“ ya, pak…………” kata mereka serempak, dan pak guru pun tersenyum lalu berjalan meninggalkan ruang kelas.
“ New Hero… New Hero !, apa tidak ada kata-kata lain yang bisa dia katakan selain kata-kata itu aku sudah muak ” protes Alex.
Goro yang mendengar perkataan Alex lalu berkata “ Bukanya itu keren Al, jarang-jarang ada orang sekeren dia dikelas ini”
“ Memang keren, aku suka cara dia bicara sambil berjalan kearah pintu, lalu disaat dia selesai berbicara tepat didepan pintu, bell berbunyi, seperti pemeran utama dalam sebuah cerita saja” kata Ardi kagum.
“Setujuh Ar, tapi kalau dia pemeran utama dalam sebuah cerita, kita disini memerankan apa? ” tanya dian
“ Hm….., tentu saja teman baik sang pemeran utama ” jawabnya
Lalu dengan wajah yang menahan senyum Goro berkata “ Hei jika dia sang pemeran utama, siapa ya, yang kira – kira pantas jadi musuhnya.
“…. apakah kalian setujuh denganku soal siapa yang pantas menjadi musuhnya ” lanjut Goro
Mereka kelihatan paham dengan apa yang dikatakan Goro, tentang siapa yang dipilih mereka sebagai musuh yang cocok, tanpa mengatakannya Goro, Ardi dan Dian menoleh pada sang musuh yang sudah melotot sambil menatap mereka karena Alex sudah tahu hanya dia orang yang pantas jadi musuh.
“ Hey…!, orang-orang baik apa kalian tahu apa yang dilakukan orang jahat sepertiku ” kata Alex sang musuh sambil memegang penggarisnya yang tebal, tanpa menjawab mereka bertiga berlari keluar kelas sambil tertawa.
***
Dia melihat anak itu lalu menghampirinya dan berkata “ halo apa kabar? ”
Tapi yang ditanya tidak menjawab hanya menatap dingin lalu.
Dia bertanya lagi “ Aku dengar kamu tidak mengikuti pelajaran lagi ? ”
“ Benar, apa kau mau menghukumku? ”
“ Tidak juga. Dengar Zein, aku tahu kamu pintar tapi sepintar apapun kamu, jika kau terus membolos saat pelajaran lama-lama kepintaranmu itu akan hilang, dan kamu akan tertinggal oleh yang lain”
“ Jika memang hilang, akan aku cari, jika tertinggal akan ku kejar ”
“ Terserah kau saja, tapi ingat aku ingin melihat kamu mengkuti pelajaran setelah istirahat selesai ”
***
Kukai seorang murid dari kelas 3A berjalan masuk kedalam ruang kelas 3B dengan membawa tasnya lalu dia tersenyum pada beberapa orang yang dia kenal
“ Hey, sudah masuk kok masih sepi-sepi aj, gurunya kemana ? ”
“ Entahlah, tapi bukanya bagus jadi bisa santai ” kata diaz “hei kai sedang apa kau disini pake bawa tas segala” lanjutnya.
“ Mmulai hari ini aku pindah kelas, dan kelas ini yang kupilih ” jawabnya lalu sambil memandang ruang kelas dia bertanya “hei apa ada tempat kosong disini ?”
“ Sayang sekali, sepertinya sudah penuh disini, lagi pula disini tidak menerima orang buangan dari kelas lain” kata Ryan “ ……dan asal kau tahu dikelas ini hanya berisikan orang-orang yang pintar kau tahu sendirikan kelas kami adalah kelas dengan nilai rata-rata tertinggi disaat tes maupun ulangan dan untuk menerima murid buangan sepertimu sepertinya sulit ”
“ Sombong sekali kau tapi itu bagus, dengan ucapanmu itu aku samakin ingin pindah kekelas ini ”
Pada saat Kukai selesai bicara, sekelompok Geng pemegang ruang kelas 3B masuk kekelas, lalu mereka melihat kukai yang berdiri disamping Diaz dan salah satu dari mereka mendekati Kukai
“ Sedang apa kau disini ?” tanyanya dengan nada bermusuhan
Kuakai hanya tersenyum, kemudian ia menjawab
“ Aku akan pindah kelas ke kelas ini karena di kelasku tidak ada musuh yang simbang denganku dan aku lihat disini banyak musuh yang seimbang denganku atau bahkan lebih kuat diatasku ”
“Apakah aku termasuk salah satunya ?”
“ Sayang sekali kau tidak termasuk, bagiku kau hanya sampah penggangu ” kata kukai sambil tersenyum,
Akan tetapi orang itu tidak marah malah tertawa lalu berkata “ Biarlah, setidaknya aku bukan sampah biasa, bukankan?” lalu mengulurkan tangannya “ Lama tidak terlihat kemana saja kau Kai?”
“ Aku sama sepertimu L, masih menunggu hari minggu ” jawabnya sambil menjabat tangan Muel.
“ Percuma, karena tanpa kau tunggu pun hari minggu akan datang asal kau masih hidup, Kai ”
“ Benar juga”
“ Kai serius kau mau pindah kelas ?” tanya Muza
“ Ya, tentu saja. Aku bosan dikelasku jadi aku pindah kesini ” jawab Kukai “ Kalian tidak keberatan, kan”
“ Tentu saja tidak, semua terserah kau saja, tapi jangan mentang-mentang kau ketua OSIS disini kau bisa pindah kelas sesuka hatimu, apa kau sudah izin pada kepala sekolah, lalu wali kelas dan ketua kelas? ” tanya Dharma.
“ Tenang, semua sudah diatur, tinggal persetujuan dari ketua kelas kalian” jawab Kukai
“ Ketua kelas disini Gin, dan jika kau tidak mendapat persetujuan dari dia, bilang padaku biar aku urus” kata Muel.
“ Tidak, L tidak perlu, biar aku urus sendiri,. Baiklah, sekarang bisakah kalian carikan tempat duduk untuku? ” Tanya Kukai sambil menyerahkan tas pada Muel
“ Itu mudah ” jawab Muel sambil menerima tas Kukai. S
Setelah Ia memberikan tasnya pada Muel, Kukai berjalan pergi meninggalkan kelas
“ Mau kemana dia L?”
“ Tentu saja mengurus masalahnya ”


mohon komennya ya
ini baru sebagian saja masih ada terusannya
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Zx
Advanced
Advanced


Age : 19
Contribute : 10
Jumlah posting : 330
Lokasi : Anytime,Anywhere

PostSubyek: Re: Walking in The Darkness   Sun 24 Jul 2011 - 10:41

Bagus kok tapi kenapa gak ada yang komen ya?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Walking in The Darkness

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-