IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:03

I JUST WANNA PLAY A GAME


Sesosok tubuh wanita tergantung kaku di langit-langit kamarnya. Penerangan di ruangan tersebut hanya berasal dari Macbook di depannya yang menyala. Halaman Macbook yang terbuka itu bertuliskan:

From : boneka_neraka@hell.net
To : cathcute@www.com
Subject : ---
I just wanna play a game
Do you want to play?
Join us and come to Heaven Gate
I’ll wait you…

Kemudian pintu terbuka dan seorang perempuan paruh baya masuk. Jeritan keras pun memecahkan ketenangan pagi saat dia melihat mayat anaknya itu.

***


“Gila! Ini sudah yang keempat!”
Inspektur Turangga Bayu menggerutu di kantornya. Kasus bunuh diri di kota Madiun bertambah lagi. Sejak pertengahan bulan Oktober lalu pelaku bunuh diri itu sudah mencapai empat orang. Sebagian besar pelakunya adalah pelajar putri berusia antara 17 sampai 20 tahun.
“Janu, ceritakan lagi kondisi pelaku!” perintahnya.
Janu yang sibuk membuat catatan kasus hari itu menghentikan pekerjaannya. Pelaku bunuh diri kali ini bernama Sherly Anggraini, mahasiswi semester 4 di Universitas Merdeka Madiun. Penyebab kematiannya adalah kehabisan napas karena tercekik oleh tali yang menjerat lehernya. Berdasarkan kekakuan tubuhnya, dapat diperkirakan dia meninggal 12 jam sebelum ditemukan, yaitu sekitar jam 6 sampai jam 7 malam.
“Ini sudah jelas bunuh diri, Pak.”
“Bukan. Dia bukan pelaku, dia korban. Bagaimana dengan hasil otopsi?”
“Iya, Pak. Di tubuh pelaku ditemukan adanya obat tidur. Tapi menurut keterangan ibunya, dia minum obat tidur itu karena penyakit insomnianya.”
“Sudah kubilang dia itu korban. Sama seperti kasus-kasus sebelumnya. Ada sisa obat tidur atau obat penenang di tubuh korban. Ingat juga kondisi sekeliling korban. Pesan dari Boneka Neraka selalu muncul kan? Kasus ini pasti pembunuhan, dan yang aku khawatirkan akan ada korban selanjutnya.”
“Maksud Bapak?”
“Tidak. Hanya naluri kepolisianku saja.”
Janu agak terkejut dengan dugaan atasannya tersebut. Memang baru empat kasus yang terjadi dan mengatasnamakan Boneka Neraka. Namun, atasannya itu sudah bisa mengambil kesimpulan seperti itu. Apakah benar ini kasus pembunuhan berantai? Dia membetulkan letak kacamatanya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Sementara itu, Inspektur Turangga masih memikirkan kertas yang dibawanya.

• Korban pertama. Ineke Arini Putri. 17 tahun. Tanggal kejadian 17 November 2009. Penyebab kematian korban adalah overdosis obat penenang. Di handphone korban tertulis sebuah pesan yang sama dari Boneka Neraka.
• Korban kedua. Juli Senandung. 20 tahun. Tanggal kejadian 2 November 2009. Penyeban kematian adalah jatuh dari lantai tiga sebuah mal. Ditemukan surat dengan pesan yang sama.
• Korban ketiga. Ujang Gunawan. 18 tahun. Tanggal kejadian 5 November 2009. Penyebab kematian adalah tertabrak mobil (masih diragukan apakah karena kecelakaan atau tidak). Korban meninggal karena kehabisan darah saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Di sakunya juga ditemukan kertas pesan Boneka Neraka.
• Korban keempat. Sherly Anggraini. 20 tahun. Tanggal kejadian 16 November 2009 (hari ini). Penyebab kematian adalah tercekik.

***


Di sebuah ruangan dengan lampu temaram. Seseorang memandang sebuah papan putih yang terletak di depannya.

Ineke Arini Putri 17/10/2009 overdosis
Juli Senandung 02/11/2009 keracunan
Ujang Gunawan 05/11/2009 kecelakaan
Sherly Anggraini 16/11/2009 gantung diri


Dia mencoret nama Sherly dan kemudian menambahkan satu nama lagi. Dia tersenyum. Kemudian tertawa. Sambil menuangkan Vodka ke gelasnya, dia merebahkan diri ke sofa.
“Selamat bermain Inspektur.” gumamnya. Sosok misterius itu meminum Vodkanya dengan tertawa setan.

Ineke Arini Putri 17/10/2009 overdosis
Juli Senandung 02/11/2009 keracunan
Ujang Gunawan 05/11/2009 kecelakaan
Sherly Anggraini 16/11/2009 gantung diri
Turangga Bayu 23/11/2009 kecelakaan dalam tugas

***


Hujan yang mengguyur kota Madiun siang itu tak mampu menggoyahkan kesibukan di Kantor Polresta Madiun. Inspektur Turangga, Janu, dan beberapa anggota satuan reserse dan kriminal lainnya sibuk menelaah kasus bunuh diri (yang diduga sang inspektur sebagai kasus pembunuhan berantai) baru-baru ini.
Inspektur Turangga Bayu adalah polisi senior berusia sekitar 40 tahun. Badannya tinggi-tegap, tidak seperti polisi-polisi tua lainnya yang berperut buncit. Anti rokok dan alkohol, serta berjiwa pemimpin. Sudah lima tahun dia dipindahkan ke Kepolisian Madiun dari Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya. Alasannya karena prestasinya yang terus naik, bantuannya diperlukan di daerah. Sedangkan anak buah kesayangannya, Janu Setiyawan, baru dua tahun lulus dari Akademi Kepolisian. Inspektur Turangga sendiri yang memilihnya sebagai asistennya. Orangnya cerdas. Berperawakan sedang-ideal, khas polisi muda yang baru masuk. Sejak saat itulah, Janu menjadi orang kepercayaan Inspektur Turangga.
“Pak, sepertinya saya sedikit mengerti kasus ini.”
“Bagaimana?”
“Benar kata Bapak. Ini pembunuhan berantai. Entah kebetulan atau tidak, coba lihat nama korban. Dan bandingkan dengan surat dari Boneka Neraka.”
Setelah berpikir sejenak, “Jangan-jangan…”
“Iya Pak. Saya berpikir huruf awal dari nama-nama korban cocok dengan isi surat tersebut.” Janu menandai apa yang dimaksudnya.

Ineke; Juli; Ujang; Sherly
I JUST WANNA PLAY A GAME


“Berarti, kalau berdasarkan analisismu, korban berikutnya adalah seseorang dengan huruf awal namanya ‘T’.”
“Saya rasa begitu, Pak.”
“Tapi siapa orang itu? Warga Madiun ada seribu orang lebih!”
“Saya sudah membuat daftarnya Pak. Di kota Madiun ini orang dengan huruf awal namanya ‘T’ ada sekitar 80 orang. Kita mungkin bisa menanyainya satu-persatu.”
“Hh… ada namaku juga ya.” inspektur tersenyum.
Janu juga ikut tersenyum. Ujung bibir kanannya tertarik ke atas. “Tidak mungkin Boneka Neraka berani mendekati Bapak.”
Sang inspektur memandangnya, “Apa ada hal lain yang kau temukan? Persamaan dari keempat korban tersebut? Kita tidak mungkin harus menanyai kedelapan puluh orang tersebut kan?”
“Untuk sementara ini saya belum menemukannya, Pak. Tapi saya akan terus berusaha.”
“Baik. Lanjutkan pekerjaanmu!”

***


23 November 2009; pukul 11.00

“Inspektur!” Janu berlari ke ruangannya dengan napas terengah. Di tangannya terdapat selembar kertas. Wajahnya menunjukkan keterkejutan. Di dalam ruangan satuan reserse dan kriminal hanya ada Inspektur Turangga.
“Saya menemukan surat ini… di kotak pos depan.”
Inspektur Turangga menyambar kertas yang dipegang Janu. Dia membacanya sekilas. Lalu diremasnya kertas itu.
“Jadi boneka bodoh itu ingin bermain dengan kita!?”
“Tapi Pak, mengapa dia mengirim surat pemberitahuan? Seperti bukan dia saja.”
“Entahlah. Kita harus ke sana. Aku tempat yang dimaksud.”
“Baik, Pak!”
Wahai polisi-polisi bodoh, kali ini aku berbaik hati. Temui aku di Gerbang Surga di mana kotak gambar yang telah rusak disimpan. Ingat burung phoenix yang mencurinya. Dan saat tiga pengembara menatap langit, pada saat itulah Apollo menunjukkan kehebatannya, dan tawanan surga akan terperangkap selamanya.
(I JUST WANNA PLAY A GAME)


23 November 2009; pukul 11.45

Inspektur Turangga dan Janu tiba di depan sebuah bioskop yang telah terbakar, Madiun Theatre. Bioskop itu terletak di pinggir jalan raya dan diapit oleh dua toko buku yang cukup ramai.
“Apa benar dia ada di sini, Pak?”
“Pesannya yang mengatakan sendiri. Kotak gambar berarti bioskop. Burung phoenix merupakan burung api. Madiun punya dua bioskop yang bankrut, tapi yang ditutup karena kebakaran hanyalah ini.”
“Terus mengapa kita harus ke sini secepat ini? Siapa tahu dia hanya menjebak kita?”
“Kukira kau lebih cerdas dari yang aku pikirkan. Tiga pengembara menatap langit adalah saat jarum jam, menit, dan detik menunjuk ke atas, yaitu jam 12.00. Sedangkan Apollo itu dewa matahari Yunani, dia akan membunuh korban selanjutnya pada pukul 12 siang ini. Cepat waktu kita tidak banyak!”
Inspektur Turangga menjelaskan sambil berlari ke dalam bioskop. Keadaan bioskop lama itu gelap dan suram karena sudah tidak ada lagi yang datang untuk menonton. Dengan membawa 44 Magnum Revolver di tangan, Inspektur Turangga dan Janu mulai menyelidiki seluruh isi bioskop. Sang inspektur segera melesat ke lantai 2 bioskop, sedangkan Janu bertugas menyelidiki lantai 1.
“Hoi! Keluar kau! Keparat!” terdengar teriakan di lantai 2.
“Mencariku Inspektur?”
Dari arah punggung inspektur muncul sesosok misterius berjubah hitam dan bertopeng. Inspektur Turangga menjaga jarak dengan sosok tersebut.
“Mana tawananmu?!” Tanya inspektur geram.
“Tawanan? Kau masih belum sadar juga?”
“Aku sudah tahu pola permainanmu. Nama korban, waktu kematian korban, dan cara kau membunuh. Semua berkaitan dengan pesanmu.”
“Oh ya.”
“Hampir saja aku keliru karena kasus ketiga. Itu memang murni kecelakaan. Menurut keterangan anak buahku, sebelum dibawa ke rumah sakit ada beberapa orang yang menolong korban, dan di situlah kau menyelipkan pesanmu. Kebetulan sekali, lalu kau menyesuaikan kembali dengan kasus keempat.”
“Apa benar begitu Inspektur?”
Sosok hitam tersebut memojokkan inspektur ke dalam ruangan bioskop. Tangan kanannya mengeluarkan jenis senjata yang sama--44 Magnum Revolver--dari balik jubah dan diarahkannya senjata api tersebut ke kepala inspektur. Inspektur Turangga refleks juga mengarahkan miliknya ke tubuh Boneka Neraka. Tapi sayang itu hanya tipuan, dengan satu gerakan kilat tangan kiri ‘si boneka’--yang juga memegang pistol--menembakkan peluru 6mm ke tubuh inspektur. Dua bunyi tembakan keras membuat tubuh inspektur terjengkang ke belakang. Cairan merah-kental mengalir tepat di bagian jantung inspektur. Bunyi debam di lantai berdebu di dalam ruangan tersebut mengantar kepergian Inspektur Turangga. Menjadi tawanan surga selamanya.

***


Boneka Neraka berjalan meninggalkan bioskop tua itu. Menanggalkan jubah hitamnya dan melepaskan topengnya. Sosok berperawakan sedang-ideal itu berjalan dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Dia membetulkan letak kacamatanya. Kemudian tersenyum simpul dengan ujung bibir kanan tertarik ke atas. Diambilnya handphone-nya dan dia mulai mengetik pesan pendek.


I just wanna play a game
Do you want to play?
Join us and come to Heaven Gate
I’ll wait you…

Sending message

Delivered to: Inspektur Turangga


“Maaf, Inspektur.” gumamnya sambil tertawa. Tawa setan.
[center]

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
assasin
Advanced
Advanced


Contribute : 0
Jumlah posting : 241
Lokasi : Venice, Italy

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:06

wadoh...quote-ku dipake buat judul cerpen..... Very Happy

bayar royalti pa blum? hehehe....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.omongopo.com
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:14

wkwkwk... terinspirasi dari situ sih...

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
assasin
Advanced
Advanced


Contribute : 0
Jumlah posting : 241
Lokasi : Venice, Italy

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:19

hahaha...I like it,

Tapi, menurutku inspektur Turangga terlalu gegabah.... harusnya untuk menangkap seseorang yang dicurigai sebagai pembunuh berantai paling tidak dibutuhkan satu peleton pasukan. Ya buat jaga2 aja biar pelakunya gak kabur.... tapi kenapa kau pake tokoh berhuruf depan T? Sengaja ya?! Evil or Very Mad
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.omongopo.com
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:36

Emang sengaja...
soalnya kan korban berikutnya, huruf pertama dari namanya harus 'T'

Trus soal gegabah itu, di kantor Satreskrim pada saat itu cuman ada dia, anggota lainnya sedang menyelidiki kasus lain. Dan cuman inspektur sama Janu aja yang beranggapan kalo kasus Boneka Neraka itu pembunuhan berantai. Polisi2 lainnya cuman nganggep kasus bunuh diri.

Dan siapa sebenarnya Boneka Neraka itu?

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
assasin
Advanced
Advanced


Contribute : 0
Jumlah posting : 241
Lokasi : Venice, Italy

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 14:45

Janu ya? soalnya dia pake 44 magnum dan tahu no.Hape-nya Turangga

tapi apa motifnya?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.omongopo.com
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 15:07

Ng... soal 44 magnum sama no.HP bisa aja polisi lain kan? Tapi di situ ditunjukin kok kalo Boneka Neraka itu = Janu

Soal motif, kan dia udah bilang

I JUST WANNA PLAY A GAME....

Tapi pembunuhan inspektur Turangga karena dia merasa akan ketahuan dan pas sekali dengan polanya kan? Kebetulan? Dia sebenernya gak niat bunuh atasannya itu

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
assasin
Advanced
Advanced


Contribute : 0
Jumlah posting : 241
Lokasi : Venice, Italy

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 15:20

Emang bs polisi lain,tp aq g liat nama polisi lain d critamu slain turangga n janu...hehe.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.omongopo.com
Zendra Andromedha
Advanced
Advanced


Age : 24
Contribute : 4
Jumlah posting : 177
Lokasi : Surabaya

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 19:15

baca dlu... kayaknya seru nih...

ngeprint mode on
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
ditha rukawa
Advanced
Advanced


Age : 27
Contribute : 15
Jumlah posting : 1700
Lokasi : tangerang

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Sun 6 Dec 2009 - 21:48

nice. ^^
meskipun dari awal udah ktebak pelakunya *kbanyakan baca novel jadi gini nii*
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Mon 7 Dec 2009 - 20:47

emang gw ngerasa sih kalo bikin cerpen detektif tuh susah,,
bagusnya dibikin novel
soalnya kalo cerpen tokohnya cuman dikit, dan halamannya terbatas.. Jadi yah begitu jadinya


(jadi pengen bikin kasus nih... Twisted Evil

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
arxerine
Advanced
Advanced


Age : 24
Contribute : 6
Jumlah posting : 564

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Wed 30 Dec 2009 - 7:01

waah.. keren
janu pinter banget mojokin si turangga
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Wed 30 Dec 2009 - 9:29

Hohoho.. admin dobel post nih,,,

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
arxerine
Advanced
Advanced


Age : 24
Contribute : 6
Jumlah posting : 564

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Fri 1 Jan 2010 - 18:49

woho.. udah di apus..

maklum waktu itu lagi di luar kota, jadi ol di hape..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
phantom
Case Maker
Case Maker


Age : 22
Contribute : 2
Jumlah posting : 441

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Tue 23 Feb 2010 - 14:55

mantep nih ceritanya
walau kurang panjang ama pas terakhinya terlalu jangal
tapi mantep good
(eh kalo bisa bikin lanjutanya aja ) Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
R6
NDI Modz
NDI Modz


Contribute : 54
Jumlah posting : 3817
Lokasi : Indonesia

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Tue 23 Feb 2010 - 20:39

hoho.. thx phantom,,
insya Alloh akan dibikin lebih tebal
tp dengan cerita yg lain tentu saja

_________________
Cool Cool Cool
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://irvansuryo.blogspot.com
phantom
Case Maker
Case Maker


Age : 22
Contribute : 2
Jumlah posting : 441

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Fri 12 Mar 2010 - 11:03

oke ditungu nih
(btw maaf udah ngerepotin Nyembah )
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Vicaksana
Advanced
Advanced


Contribute : 49
Jumlah posting : 2366
Lokasi : Unknown

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Thu 21 Jul 2011 - 12:28

Weleh.. Jago banget kak raito.. Suweer.. Keren banget.. kagum

Kapan aku bisa buat kayak gitu.. mewek2
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Zx
Advanced
Advanced


Age : 19
Contribute : 10
Jumlah posting : 330
Lokasi : Anytime,Anywhere

PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Thu 21 Jul 2011 - 14:24

Bikin dong lanjutannya....
Lagi seru"nya nih!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..   Today at 7:23

Kembali Ke Atas Go down
 

Cerpen detektif... tolong dikomentarin ya..

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-