IndeksP O R T A LCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Cerita Lepas _ Rescue The Princess

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Claire Dovei
Newbie
Newbie


Contribute : 1
Jumlah posting : 25

PostSubyek: Cerita Lepas _ Rescue The Princess   Mon 7 Jun 2010 - 16:51

RESCUE THE PRINCESS

Pertengahan bulan September.
Di kediaman pribadi milik Cyber.
Jam telah menunjukkan pukul 00.23. Cyber tetap tidak bergeming dari tempatnya berada. Dia duduk tenang di depan puluhan monitor yang menampilakan informasi data ataupun CCTV rahasia yang telah dipasangnya di dalam rumah milik beberapa orang yang dicurigainya. Namun untuk saat ini hanyalah sebuah laptop hitam yang menarik perhatiannya. Dia tengah chatting dengan seseorang. Bukan untuk membicarakan hal yang tidak penting. Melainkan pembicaraan serius mengenai kasus Random.
“Bagaimana menurutmu?”
“Sudah kucoba semuanya. Hasilnya negatif..”
“Kau yakin?”
“Tentu. Bahkan Yui-pun tidak mendapatkan petunjuk..”
“Hm.. aku ingin meminta pendapatmu..”
“Tentang apa..?”
“...”
“Katakan saja padaku..”
“... The Princess ...”
“Lalu..?”
“... Kau pasti tahu apa yang ada dalam pikiranku.”
“... Kau yakin? Itu adalah tindakan seorang pengecut..”
“Tenang saja. Aku tidak akan bersungguh-sungguh melakukannya.”
“... Ini bukan dirimu ...”
“Tenang saja. Aku hanya ingin bermain-main dengan tokoh utamanya.”
“Terserah kau..”
“Akan kuberitahu score permainannya nanti.”
“Yah... itu maumu. Ada yang ingin kusampaikan padamu. Sangat penting..”
“Kau atau Yui yang melihatnya?”
“Aku..”
“Jangan kacaukan pikiranku sekarang. Aku sudah tidak peduli.”
“Kamungkinannya 100%..”
“Baiklah. Beritahukan padaku jika waktunya sudah tepat.”
“Kau yakin..?”
“... ya. Aku sudah mengetahuinya.”
“Maaf..”
“Ini bukan salahmu. Selamat malam.”
“Selamat malam..”
Cyber mengakhiri pembicaraan. Dia menutup laptop hitam miliknya. Kedua matanya sudah sangat lelah. Dia menguap sebentar dan meminum segelas Cappucino yang sudah mulai dingin di sampingnya. Pikirannya kacau. Dia telah memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan dia hadapi. Bukan untuknya. Tapi untuk orang yang dicintainya. Mau tidak mau dia pasti akan ikut dilibatkan. Cyber menatap ke salah satu monitor CCTV. Seorang gadis tengah tertidur lelap disana. Cyber menyentuh monitor itu dengan lembut. Dia melepaskan kacamatanya. Untuk pertamana kalinya sejak saat saat itu. Dia membuka matanya dan tidak tersenyum. Hanya satu kalimat lirih yang terdengar, “Maafkan aku...”

Matahari sudah menampakkan sinarnya. Tetes-tetes embun membasahi seluruh semak dan pepohonan. Kicauan burung-burung makin menambah indahnya pagi yang baru.
Ryu masih asyik terlelap di tempat tidurnya. Terlebih lagi ini adalah hari Sabtu. Hari tenang dan bebas untuknya. Masih teringat tentang insiden yang terjadi beberapa hari lalu. Dia harus lebih berhati-hati dengan apapun yang akan dilakukannya. Rivalnya bukanlah orang sembarangan.
Tiba-tiba jam waker miliknya berdering kencang. Kenapa harus ada pengganggu di dalam setiap rencananya yang sempurna. Ryu mencoba untuk mengacuhkan suara itu. Dia menutup telinganya dengan sebuah bantal. Bunyi itu masih nyaring terdengar. Dia mencoba menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut dan mengubah posisi tidurnya ke segala arah. Namun semua itu sama sekali tidak membantu. Ryu-pun merasa kesal dan bangun dari tempat tidurnya dengan wajah depresi.
“Selamat pagi, Ryu-chan!!!” sapa Alexa yang tiba-tiba berada tepat di depan wajah Ryu.
“Uwaaa!!!” Ryu terjatuh dari tempat tidurnya. Dia sangat kaget dengan kejutan yang disiapkan Alexa untuknya. Bangun pagi dengan kepala di bawah dan kaki di atas.
“Alexa-chan. Apa yang kau lakukan disini? Aku masih ngantuk. Pergi sana!”
“Nggak mau. Sudah susah-susah aku cloning kunci pintu kamarmu. Kenapa harus keluar?”
“Karena aku sedang ingin tidur sepuasnya. Jangan ganggu aku!”
“Sadisnya. Memangnya kau sudah menulis karya tulismu?”
“Tentu saja sudah. Cukup untuk memberiku waktu santai satu atau dua hari kedepan. Memangnya kau pikir untuk apa kemarin aku ke perpustakaan sampai malam?”
“Syukurlah kalau begitu. Daripada kau tidur bagaimana kalau kita jalan-jalan?”
“Tidak.”
“Makan es krim?”
“Tidak.”
“Main game online?”
“Aku sudah menjadi King.”
“Mengajak Ark dan Reft keluar rumah ?”
“Lakukan saja sendiri.”
“Kumasakkan semua makanan favoritmu?”
“Kalau itu aku mau.”
Ryu yang semula mengantuk entah kenapa kembali bersemangat. Semua hal yang Alexa tawarkan bisa dia tolak dengan mudah kecuali satu hal. Dia tidak bisa menolak masakan khusus buatan Alexa. Gadis itu selalu membuat Ryu teringat kepada mendiang ibunya. Mengingatkan semua kenangan indahnya.
“Kenapa senyum-senyum? Keluar sana!”
“Lho? Tidak bolehkan aku memandangmu sejenak?”
“Terserah, lah. Aku mau ganti baju...”
“Eh... tunggu-tunggu. Baik. Aku keluar..,” kata Alexa panik. Dia langsung kabur keluar menuju pintu kamar Ryu diikuti oleh Reft di belakangnya.
“Hehehe... dasar bodoh,” Ryu menatap geli tingkah Alexa, “Bagaimana bisa aku ganti baju sebelum mandi? Bodoh sekali.”
“Kau juga bodoh. Mengusirnya dengan cara yang tidak sopan seperti itu. Memalukan...,” potong Ark yang masih memejamkan matanya.
Ryu mengambil telepon genggamnya dan mengetik beberapa nomor. Seperti akan menelepon seseorang. Tapi itu hanyalah pengalih perhatian untuk Cyber, “Biarkan saja. Aku hanya ingin mengerjainya. Bukan suatu dosa, ’kan?”
“Lalu yang selama ini kau lakukan itu disebut apa...?”
“Kunamakan itu Program Pembersihan.”
“Lakukan saja semaumu. Kita akan sama-sama melihat akhirnya nanti...”
“Tentu saja. Kunantikan itu,” kata Ryu penuh percaya diri. Dia menutup teleponnya. Dia mengambil handuk dan beberapa bajunya di lemari lalu mulai memasuki kamar mandi.

“Dasar Ryu-chan bodoh, bodoh, bodoh!!!” protes Alexa. Dari dulu hingga sekarang Ryu selalu saja bisa untuk membuatnya kabur terlebih dulu. Bukan hanya dengan alasan ganti baju tapi juga seperti kecoa, cicak, dan laba-laba bahkan pernah dilakukannya.
“Hah...,” Reft menghela napas, “Hidupmu itu rumit sekali, ya...”
“Kau yang lebih mengetahuinya.”
“Kau benar. Semua karena kesalahanku...”
Alexa terpaku mendengar ucapan Reft. Dia langsung menutup paruh Reft berbisik di lubang telinganya, “Tidak ada yang disalahkan. Lebih baik kita cepat memasak dan sarapan bersama. Okey?”
Reft sangat senang mendengar kata-kata Alexa. Dia tidak menyangka kalau orang yang pernah dibuatnya sengsara mengatakan hal seperti itu. Mungkin itulah sebabnya Reft bertekad untuk menjaga Alexa sekuat tenaga sampai kapanpun.
Saat turun dari tangga Alexa dan Reft mendengar sesuatu. Ada seseorang yang di luar yang mengetuk pintu. Mereka saling menatap. Tak berapa lama kemudian Alexa memutuskan untuk membuka pintu itu. Dia melihat seorang petugas pengantar surat yang sepertinya sangat dia kenal. Tapi siapa. Sayangnya dia lupa siapa orang itu.
“Permisi, nona. Ada paket untuk Alexa Aihi-san. Apakah dia ada di rumah?” kata petugas itu. Dia terus menundukkan kepalanya. Seperti ingin menyembunyikan sesuatu dari Alexa.
“Tentu saja. Saya Alexa Aihi. Siapa yang mengirimnya ?”
“Maaf, nona. Saya tidak tahu. Tidak tercantum dalam paketnya.”
“...” Perasaan Reft tiba-tiba menjadi aneh. Dia merasa curiga dengan si petugas. Perasaan tidak enak seorang bannin mutlak terjadi, “Kau ingin aku menghabisinya?”
“Hah?”
Petugas itu lalu menyerahkan sebuah paket kecil yang dibawanya. Alexa menatap paket itu dengan seksama. Perasaannya kini juga tidak enak, “Terimakasih, dimana saya harus tand… hmph !”
Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya si petugas surat justru membekap Alexa dengan obat bius. Alexa menberontak sekuat tenaga. Reft bahkan hampir mencabut nyawa petugas pos itu namun gagal karena Alexa melarangnya. Dia memberikan kode melalui jari-jarinya. Dia ingin Reft tetap disini dan memberitahu Ryu apa yang terjadi. Obat bius itu mulai bekerja. Sedikit demi sedikit Alexa mulai tak sadarkan diri dan pingsan. Petugas pos itu lalu membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi. Meninggalkan Reft penuh rasa penyesalan.

Ryu sedah selesai dari acara mandi paginya. Rambutnya masih sedikit basah oleh air. Dia menatap Ark yang masih tertidur dan tersenyum lalu melemparkan handuknya ke wajah Ark dan berpura-pura menelepon seseorang lagi.
“Ark, ayo sarapan. Aku sudah tidak sabar untuk makan...”
“Cepat keluar...”
“Eh? Memangnya ada apa?”
“Cepat keluar! Dasar bodoh!!”
“...” pikiran Ryu langsung melayang kepada Alexa. Jangan-jangan terjadi sesuatu yang buruk padanya.
“Apa yang kau tunggu! Dasar bodoh!!” bentak Ark. Dia segera berlari dan terbang keluar.
“Alexa!!” Ryu segera berlari menuruni tangga secepat yang dia bisa. Alexa tidak ada di dimana-mana. Perasaannya semakin bertambah cemas. Kalau benar terjadi apa-apa padanya Ryu adalah orang yang paling bersalah. Kenapa tadi dia mengusirnya. Jika saja Alexa masih berada di dalam kamarnya semua ini tidak mungkin akan terjadi. Bodoh!
Ditengah-tengah penyesalannya Ryu melewatkan sebuah petunjuk penting. Dia tidak sadar kalau dari tadi pintu depan rumahnya terbuka. Dia berlari ke pintu itu dengan rasa bersyukur. Untunglah Alexa baik-baik saja.
“Alexa! Kau dimana!!” teriak Ryu di depan rumahnya. Dia melihat Ark dan Reft murung dengan wajah tertunduk. Ini bukanlah pertanda yang baik, “Reft…”
Reft menatap Ryu lalu menggelengkan kepalanya. Ryu yang semula tersenyum kini berubah tegang. Reft terbang dan bertengger di salah satu bahu Ryu. Dia menyerahkan kiriman paket yang semula ditujukan oleh Alexa. Ryu masih terlihat agak syock dengan kejadian ini. Dia menggenggam paket itu dengan rasa benci dan langsung membanting pintu. Cyber telah menculik Alexa. Itu pasti.
Ryu kembali ke kamarnya diikuti oleh Ark dan Reft. Dia membuka bungkus dari paket itu. Sebuah kaset rekaman. Ark mengambilkan radio tape milik Ryu. Ryu memasukkan kaset itu. Mereka mendengarkan dengan seksama.
“Hai, Random. Seperti yang telah kau ketahui aku menculik temanmu. Jika kau ingin dia selamat datanglah ke tempat singgahku. Kita bicarakan ini dengan santai ditemani oleh beberapa lagu lama yang indah. Jika membutuhkan sesuatu jangan sungkan. Pesan saja pada teman-temaku. Mereka adalah para pelayan kecil dengan delapan tangan. Sangat membantu, bukan? Lalu kita akan melihat beberapa angsa dan kuda milikku yang sedang berendam di danau. Oh, ya. Satu lagi. Tenang saja. Untuk sementara waktu ini temanmu sedang bermain bersama adikku, Rapunsel. Berkunjunglah kemari dalam kurun waktu 14 hari kedepan. Aku tidak bisa menjaminnya lebih lama lagi. Kutunggu kedatanganmu...”
Ryu tertunduk. Semua ini salahnya. Jika ada yang harus bertanggung jawab adalah Ryu sendiri orangnya. Dia bangkit dari duduknya. Berjalan menuju meja belajarnya dan mengambil beberapa kertas serta pensil. Menuliskan hal-hal penting sebagai dasar dari pola rencana yang akan dibuatnya. Dia tidak boleh terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Aku bodoh. Sampai-sampai dia yang harus menjadi korban. Orang macam apa aku ini?” Ryu bergumam sendiri dengan tangan kanannya masih menuliskan deretan huruf dan angka. Membuat Ark dan Reft memandang iba ke arahnya, “Reft... aku berjanji akan mambawanya pulang...”





-_TSUNAGU_-

Regards,
No Name






yah......... gbsa diedit mewek2 mewek2 mewek2
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kaito kun
Newbie
Newbie


Age : 20
Contribute : 0
Jumlah posting : 2
Lokasi : pekanbaru

PostSubyek: Re: Cerita Lepas _ Rescue The Princess   Tue 19 Oct 2010 - 16:57

apakah itu ada kelanjutan nya ??? *very curious* good
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ozubezariussarah.blogspot.com
Taemin ~
Case Maker
Case Maker


Age : 24
Contribute : 59
Jumlah posting : 5479
Lokasi : Jambi

PostSubyek: Re: Cerita Lepas _ Rescue The Princess   Tue 19 Oct 2010 - 18:43

@ kaito
introduce please... 
enter the member introduction room and intro your identity HAMMER HEAD
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.amintabacan.co.cc/
kaito kun
Newbie
Newbie


Age : 20
Contribute : 0
Jumlah posting : 2
Lokasi : pekanbaru

PostSubyek: Re: Cerita Lepas _ Rescue The Princess   Fri 22 Oct 2010 - 12:53

i'm sorry, i dont know how to do that .
i'm a new member in here ... ^^
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ozubezariussarah.blogspot.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Cerita Lepas _ Rescue The Princess   Today at 0:26

Kembali Ke Atas Go down
 

Cerita Lepas _ Rescue The Princess

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Net Detective Indonesia :: Warung Net Detective Indonesia :: Hobbies :: Arts Room-